Show simple item record

dc.contributor.authorKhomsan, Ali
dc.contributor.authorKhuzaimah, Ummi
dc.contributor.authorMiranda, Vanesha
dc.contributor.authorGinting, Riska Mayang S
dc.date.accessioned2026-04-07T00:06:51Z
dc.date.available2026-04-07T00:06:51Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.isbn978-634-285-191-3
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172903
dc.description.abstractPangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama. Bung Karno mengatakan, “Pangan merupakan soal matihidupnya suatu bangsa. Apabila kebutuhan pangan rakyat tidak dipenuhi, maka malapetaka. Oleh karena itu, perlu usaha secara besar-besaran, radikal, dan revolusioner’’. Negara berkewajiban untuk mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan. Setiap manusia berhak untuk memperoleh pangan yang aman, bermutu, bergizi, dan menyehatkan. Kebutuhan pangan senantiasa meningkat, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan membaiknya kesejahteraan. Konsep Malthus menyebutkan bahwa pertumbuhan pangan bagai deret hitung, sedangkan pertumbuhan penduduk bagai deret ukur. Ketahanan pangan dapat dicapai dengan swasembada pangan. Negara-negara yang memiliki swasembada pangan, di antaranya, adalah Amerika, Kanada, dan Australia. Negara-negara tersebut memiliki kapasitas ketahanan pangan yang kuat, kondisi pangan negaranya ideal, serta mampu berswasembada pangan. Sementara Jepang dan Singapura termasuk negara-negara yang tidak berswasembada pangan tetapi memiliki fondasi ketahanan pangan yang jauh lebih kuat dari negara-negara seperti Indonesia, Filipina dan Myanmar. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherPT. GANESHA KREASI SEMESTAid
dc.relation.ispartofseriesCetakan Pertama;2026
dc.titlePROGRAM MBG: Gizi, Ekonomi dan SDMid
dc.typeBookid
dc.subject.keywordPangan dan giziid
dc.subject.keywordMBGid
dc.subject.keywordPemanfaatan pangan lokalid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record