EVALUASI PEWARISAN GENETIK UNGGUL FILLET YIELD IKAN NILA Oreochromis niloticus MELALUI PEMBIAKAN SELEKTIF
Date
2026Author
Prasetyo, Agung
Soelistyowati, Dinar Tri
Alimuddin
Arfah, Harton
Metadata
Show full item recordAbstract
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas perikanan budidaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama dalam bentuk produk fillet beku yang permintaannya terus meningkat di pasar domestik dan internasional. Seiring dengan pergeseran sistem pemasaran dari bobot ikan utuh ke bobot fillet, fillet yield menjadi salah satu karakter produksi yang sangat penting dalam program pemuliaan ikan nila. Namun demikian, fillet yield sulit diukur secara langsung pada calon induk, sehingga diperlukan pendekatan seleksi yang lebih presisi, salah satunya melalui pemanfaatan marka molekuler.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pewarisan gen pada pembiakan selektif berbasis marka myostatin (MSTN) terhadap peningkatan fillet yield ikan nila. Gen MSTN dikenal sebagai pengatur negatif pertumbuhan otot, sehingga variasi genetik pada gen ini berpotensi memengaruhi pertumbuhan jaringan otot dan hasil fillet.
Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024 hingga Mei 2025 di PT. Kaiousei Nusantara Hatchery, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, serta Laboratorium Genetika dan Fisiologi Universitas Sumatera Utara. Induk ikan nila yang digunakan merupakan hasil persilangan nila Kekar dan Sultana, dengan bobot rata-rata 900 g. Induk diseleksi berdasarkan parameter morfometrik yang berkorelasi dengan fillet yield untuk membentuk dua kelompok, yaitu High Yield (HY) dan Low Yield (LY). Identifikasi gen MSTN dilakukan menggunakan metode PCR-RFLP dengan primer Pr3 (intron1/exon2) dan enzim restriksi BsmI. Induk yang telah terverifikasi genotipenya kemudian dipijahkan, dan performa pertumbuhan serta fillet yield keturunan F1 diamati hingga ukuran layak fillet.
Hasil PCR menunjukkan bahwa primer Pr3 berhasil mengamplifikasi fragmen gen MSTN berukuran 607 bp pada induk HY dan LY. Analisis PCR-RFLP dengan enzim BsmI menghasilkan dua genotipe, yaitu AB dan BB. Genotipe AB menghasilkan tiga pita DNA berukuran 607, 507, dan 100 bp, sedangkan genotipe BB menghasilkan dua pita DNA berukuran 507 dan 100 bp. Distribusi genotipe menunjukkan bahwa populasi induk HY didominasi oleh genotipe AB, baik pada jantan (72,55%) maupun betina (74,26%), sedangkan populasi induk LY didominasi oleh genotipe BB.
Performa produksi ikan nila F1 menunjukkan bahwa kelompok HY memiliki pertumbuhan bobot dan panjang yang lebih tinggi dibandingkan kelompok LY sejak usia 90 hingga 150 hari (p < 0,05). Laju pertumbuhan spesifik dan efisiensi pakan kelompok HY lebih baik dibandingkan LY, sementara tingkat kelangsungan hidup kedua kelompok relatif serupa. Fillet yield kelompok HY (45,6 ± 1,23%) secara nyata lebih tinggi dibandingkan kelompok LY (43,8 ± 2,29%) (p < 0,05). Analisis hubungan panjang–bobot menunjukkan bahwa kelompok HY memiliki pola pertumbuhan allometrik positif (b > 3) dan faktor kondisi yang lebih tinggi dibandingkan kelompok LY.
Berdasarkan hasil tersebut, genotipe AB pada gen MSTN berasosiasi dengan performa produksi dan fillet yield yang lebih tinggi serta menunjukkan potensi untuk diwariskan ke keturunan. Dengan demikian, gen MSTN khususnya genotipe AB berpotensi digunakan sebagai kandidat marka seleksi dalam program pemuliaan ikan nila untuk meningkatkan fillet yield dan efisiensi produksi.
Collections
- MT - Fisheries [3246]
