Strategi Pengendalian Pencemaran Limbah Padat dan Cair Pelabuhan Perikanan (Studi Kasus PPI Cituis Tangerang)
Date
2026Author
Sabzevar, Andi Admiral Farouk
Effendi, Hefni
Hariyadi, Sigid
Yulianto, Gatot
Metadata
Show full item recordAbstract
Wilayah pesisir memiliki potensi untuk pengembangan perikanan tangkap.
Salah satunya pelabuhan perikanan seperti PPI Cituis yang meningkatkan ekonomi
masyarakat pesisir. Aktivitas pelabuhan dapat menimbulkan dampak negatif yaitu
pencemaran limbah yang bisa merusak lingkungan perairan jika tidak dikelola
dengan baik. Strategi pengendalian diperlukan dalam mengatasi masalah tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi pengendalian pencemaran
limbah di PPI Cituis, menganalisis persepsi pengguna pelabuhan tentang dampak
pencemaran dan penanganan limbah PPI Cituis dan pengaruh keduanya, serta
menentukan strategi pengendalian pencemaran limbah di PPI Cituis.
Penelitian dilaksanakan pada April hingga Juli 2025 dengan melakukan
pengambilan sampel air di lima stasiun sekitar pelabuhan, pengambilan data dan
sampel limbah padat, limbah cair serta data persepsi pengguna pelabuhan dilakukan
secara langsung di PPI Cituis. Status mutu air dianalisis dengan Indeks Pencemaran.
Data limbah padat dan cair dianalisis dengan rasio ekoefisiensi dan indeks
ecofishing port. Persepsi masyarakat diambil dengan wawancara dan pengunaan
skala Likert dan dianalisis dengan analisis deskriptif dan regresi linier sederhana.
Prioritas strategi pengendalian pencemaran limbah dianalisis dengan analytical
hierarchy process (AHP) menggunakan tiga kriteria dengan empat opsi alternatif.
Tingkat status mutu perairan PPI Cituis tergolong dalam kategori pencemaran
sedang hingga ringan. Aktivitas buangan limbah dari pelabuhan perikanan yang
menghasilkan banyak polutan diduga menjadi penyebab penurunan kualitas air di
wilayah tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan pengendalian limbah padat dan cair
PPI Cituis cenderung belum optimal. Temuan ini didukung oleh rasio ekoefisiensi
pelabuhan yang rendah dan kondisi PPI Cituis yang belum memenuhi standar
pelabuhan perikanan berwawasan lingkungan (ecofishing port) Kondisi tersebut
disebabkan oleh berbagai faktor seperti minimnya sarana prasarana pendukung
limbah, Kurang optimalnya manajemen pengelolaan limbah, tidak adanya
pemanfaatan limbah serta rendahnya kesadaran pengguna pelabuhan. Analisis
persepsi menunjukkan bahwa pengguna pelabuhan mayoritas berada pada kategori
cukup yaitu masih merasakan dampak pencemaran dan menilai penanganan limbah
yang dilakukan belum sepenuhnya efektif. Hasil analisis juga menunjukkan adanya
pengaruh dampak limbah yang dirasakan dengan penanganan limbah yang
dilakukan. Berdasarkan analisis AHP strategi prioritas dalam upaya meningkatkan
pengendalian pencemaran limbah PPI Cituis yaitu perbaikan regulasi dan sarana
prasarana menempati urutan pertama. Penerapan teknologi ramah lingkungan di
urutan kedua. Monitoring dan rehabilitasi lingkungan PPI Cituis berada di urutan
ketiga. Sosialisasi dan edukasi limbah pengguna PPI Cituis menempati urutan
prioritas keempat. Coastal areas have the potential for developing capture fisheries. One
example is fishing ports such as PPI Cituis, which boost the economy of coastal
communities. Port activities can have negative impacts, namely waste pollution that
can damage the aquatic environment if not managed properly. Control strategies
are needed to address these issues. This study aims to evaluate the condition of
waste pollution control at PPI Cituis, analyze port users' perceptions of the impact
of pollution and waste management at PPI Cituis and the influence of both, and
determine strategies for controlling waste pollution at PPI Cituis.
The research was conducted from April to July 2025 by taking water
samples at five stations around the port, collecting data and samples of solid waste,
liquid waste, and port user perception data directly at PPI Cituis. Water quality
status was analyzed using the Pollution Index. Solid and liquid waste data were
analyzed using the eco-efficiency ratio and ecofishing port index. Community
perceptions were obtained through interviews and the use of a Likert scale and
analyzed using descriptive analysis and simple linear regression. The priority of
waste pollution control strategies was analyzed using the analytical hierarchy
process (AHP) with three criteria and four alternative options.
The water quality status of PPI Cituis is classified as moderate to light
pollution. Waste discharge activities from fishing ports that produce a lot of
pollutants are suspected to be the cause of the decline in water quality in the area.
The evaluation results show that the control of solid and liquid waste at PPI Cituis
tends to be suboptimal. This finding is supported by the port's low eco-efficiency
ratio and the fact that PPI Cituis does not yet meet the standards for an eco-friendly
fishing port. This condition is caused by various factors, such as the lack of waste
support facilities and infrastructure, suboptimal waste management, the lack of
waste utilization, and low awareness among port users. Perception analysis shows
that the majority of port users are in the “fair” category, meaning they still feel the
impact of pollution and consider waste management to be less than fully effective.
The analysis also shows that there is a correlation between the perceived impact of
waste and the waste management practices in place. Based on the AHP analysis,
the priority strategies in efforts to improve waste pollution control at PPI Cituis are
regulatory and infrastructure improvements in first place. The application of
environmentally friendly technology is in second place. Monitoring and
environmental rehabilitation of PPI Cituis is in third place. Socialization and
education on waste for PPI Cituis users is in fourth place
Collections
- MT - Fisheries [3246]
