View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kualitas Diet, Status Gizi dan Kebugaran Remaja Penerima dan Bukan Penerima Program Makan Bergizi Gratis

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (450.0Kb)
      Fulltext (1.002Mb)
      Lampiran (233.9Kb)
      Date
      2026
      Author
      Rahmah
      Tanziha, Ikeu
      Dwiriani, Cesilia Meti
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Remaja merupakan kelompok usia yang mengalami transisi perubahan pertumbuhan fisik, kognitif, dan emosional dari periode anak-anak ke periode dewasa. Pada fase ini, kebutuhan gizi pada kelompok remaja meningkat secara signifikan untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan otak, dan pematangan organ reproduksi (Das et al. 2017). Namun, remaja sering kali menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan gizi harian karena kebiasaan makan yang tidak teratur, preferensi terhadap makanan cepat saji, dan kurangnya kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang (Story et al. 2002). Berdasarkan penelitian Devie dan Dwiriani (2020) kualitas konsumsi remaja usia 13-15 tahun di Bogor berdasarkan DQI-A tergolong dalam kualitas diet buruk yaitu hanya sebesar 32,2%. Program pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) pada peserta didik bertujuan untuk memberikan akses terhadap makanan yang berkualitas yang secara tidak langsung dapat menambah pengetahuan peserta didik tentang komposisi makanan yang bergizi dan seimbang sehingga dapat mengubah perilaku tentang asupan yang lebih berkualitas. Melalui program MBG dapat memastikan remaja secara konsisten mengonsumsi makanan seimbang di sekolah. Kualitas diet yang baik memiliki dampak langsung terhadap status gizi remaja. Asupan gizi yang tidak mencukupi atau tidak seimbang dapat menyebabkan masalah gizi seperti stunting, anemia, atau obesitas, yang dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan kesehatan jangka panjang (Popkin et al. 2020). Selain status gizi, asupan gizi juga dapat memengaruhi kebugaran fisik remaja. Makanan bergizi mendukung perkembangan otot, tulang, dan sistem kardiovaskular yang penting untuk aktivitas fisik dan kebugaran (Janssen dan Leblanc 2010). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas diet, status gizi dan kebugaran pada remaja penerima dan bukan penerima program bergizi gratis. Penelitian menggunakan desain crosssectional compatarive yang dilakukan pada 88 siswa SMP PGRI 6 Bogor (MBG) dan 88 siswa SMP PGRI 5 Bogor (Non MBG) pada bulan Juli hingga September 2025. Data karakteristik subjek dan keluarga dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, data asupan makan menggunakan metode recall 2x24 jam, data antropometri dengan mengukur BB dan TB serta data kebugaran kardiorespirasi menggunakan tes PACER. Analisis dilakukan dengan uji Independent T-Test atau uji Mann Whitney untuk melihat perbandingan antara remaja penerima MBG dan Non MBG, serta regresi logistik untuk melihat faktor yang memengaruhi kebugaran kardiorespirasi pada remaja. Sebagian besar siswa dalam penelitian ini berjenis kelamin Perempuan (57,4%), dengan mayoritas usia 13 tahun (85,2%) dan uang saku ? Rp 20.000 (51,1%). Mayoritas pendidikan terakhir ayah dan ibu adalah SMA/sederajat dengan pekerjaan ayah hampir setengah nya karyawan swasta (42,6%) dan mayoritas ibu adalah ibu rumah tangga (75%) dengan pendapatan keluarga sebagian besar lebih kecil dari UMK Kota bogor yaitu Rp 5.126.897 (58,5%) serta jumlah besar keluarga siswa lebih dari setengah siswa dalam penelitian ini memiliki jumlah besar keluarga >4 orang (51,1%). Berdasarkan hasil analisis karakteristik antara remaja penerima MBG dan non MBG, diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada seluruh variabel karakteristik yang dianalisis dengan nilai p > 0,05. Hasil analisis perbandingan terhadap skor kualitas diet menggunakan Diet Quality Index for Adolescents (DQI-A) menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti program MBG memiliki kualitas diet yang secara signifikan lebih baik dibandingkan siswa yang tidak mengikuti program MBG. Rata-rata skor total DQI-A pada kelompok MBG adalah 49,81±6,92, secara signifikan lebih tinggi dari kelompok non-MBG yang hanya memperoleh skor rata- rata 39,15±10,26. Skor DQI-A yang lebih tinggi pada kelompok MBG mencerminkan keberagaman dan keseimbangan gizi yang lebih baik, serta kualitas diet yang lebih baik sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Skor rata-rata DQI-A yang lebih tinggi pada kelompok MBG mencerminkan bahwa program MBG berkontribusi positif terhadap peningkatan asupan gizi seimbang. Pada analisis status gizi berdasarkan IMT/U, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok MBG dengan kelompok non MBG. Sebagian besar subjek memiliki status gizi baik yaitu 60,2% pada remaja penerima MBG dan 72,7% remaja yang tidak menerima MBG di sekolah. Kebugaran kardiorespirasi antara remaja penerima MBG dan Non MBG juga tidak terdapat perbedaan yang bermakna berdasarkan analisis uji mann whitney menunjukkan p = 0,232. Kebugaran kardiorespirasi antara kedua kelompok relatif sama yaitu mayoritas tergolong sangat rendah (MBG 53,4% dan Non MBG 56,8%), hal ini dikarenakan sebagian besar remaja pada kedua kelompok menunjukkan tingkat aktifitas fisik yang hampir sama yaitu tergolong sangat ringan hingga ringan (MGB 87,5% dan Non MBG 89,7%). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa kualitas diet (OR=2,591; p=0,024), status gizi (OR=6,784; p=<0,001) dan aktifitas fisik (OR=20,437; p<0,001) merupakan faktor protektif terhadap kebugaran kardiorespirasi pada remaja. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa status gizi (IMT/U), aktivitas fisik, dan kualitas diet (DQI-A) berhubungan signifikan dengan kebugaran remaja. Model akhir mampu menjelaskan 36,2% variasi kebugaran, menunjukkan bahwa kebugaran merupakan kondisi multifaktorial yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis, perilaku, dan lingkungan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172649
      Collections
      • MT - Human Ecology [2422]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository