Show simple item record

dc.contributor.advisorWidiatmaka
dc.contributor.advisorFirmansyah, Irman
dc.contributor.authorHandoko, Naufal Nashrullah
dc.date.accessioned2026-02-06T06:43:33Z
dc.date.available2026-02-06T06:43:33Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172638
dc.description.abstractPengggunaan lahan merupakan bentuk campur tangan mausia terhadap lingkungan untuk memenuhi kebutuhan sandang, papan, dan pangan. Pertumbuhan jumlah penduduk berperan penting sebagai faktor utama dalam perubahan penggunaan lahan. Upaya pemerintah dalam mengendalikan hal tersebut melalui penataan rencana tata ruang wilayah. Salah satu yang ditata dalam pemenuhan kebutuhan pangan adalah lahan pertanian. Kabupaten Garut pada interval tahun 2019 hingga 2023 terjadi penurunan luas tanam padi dengan rata-rata 1.188 ha/ tahun. Ancaman kebutuhan pangan dengan peningkatan populasi manusia dan penurunan luas lahan sawah di Kabupaten Garut, menjadi tantangan untuk mewujudkan kemandirian pangan di daerah ini. Hal tersebut memerlukan multi sektor untuk produksi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi penggunaan lahan berkelanjutan tanaman padi di Kabupaten Garut. Adapun mencapai tujuan utama tersebut dibutuhkan tujuan antara, yakni (1) menganalisis tutupan lahan di tahun 2022 dan perubahan penggunaan lahan antara tahun 2015 hingga tahun 2022 di Kabupaten Garut, (2) menganalisis potensi lahan yang tersedia dan sesuai untuk padi di Kabupaten Garut, (3) menganalisis status dan faktor pengungkit keberlanjutan pertanian pangan padi di Kabupaten Garut, dan (4) merumuskan strategi kebijakan peningkatan produksi padi dalam mendukung perencanaan penggunaan lahan berkelanjutan tanaman pangan di Kabupaten Garut. Identifikasi tutupan/ penggunaan lahan menggunakan peta citra spot 6 tahun 2022. Peta tutupan/penggunaan lahan dan peta rencana pola ruang yang dioverlay untuk mendapatkan informasi lahan tersedia. Potensi lahan diketahui melalui evaluasi kesesuaian lahan menggunakan metode Multi Criteria Decission Making (MCDM) untuk mencari area lahan yang sesuai untuk produksi pertanian pangan padi. Analisis keberlanjutan dilakukan menggunakan metode Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) melalui kuisioner MSA, sedangkan analisis strategi perencanaan penggunaan lahan berkelanjutan diperoleh dengan metode Interprectative Structural Modeling (ISM). Hasil interpretasi citra menunjukkan kondisi tutupan lahan di Kabupaten Garut ditemukan dalam bentuk delapan belas macam, diantaranya berupa sungai, area pemukiman, bangunan, danau/situ, empang/tambak, hutan, hutan bakau, kebun/perkebunan, kolam ikan, mata air, padang rumput/ belukar, pasir darat, pertambangan, sawah irigasi, sawah tadah hujan, semak belukar, tanah ladang, dan tanggul pasir. Selain itu, perubahan penggunaan lahan pangan padi antara tahun 2015 ke 2022, terjadi pada penggunaan lahan sawah menjadi permukiman, badan air, semak belukar, ladang, dan pertambangan. Hasil analisis potensi lahan menunjukkan sebagian besar wilayah berpotensi untuk pengembangan pertanian pangan padi di Kabupaten Garut, yaitu 221.630,64 ha atau 71,41 % dari 310.356,37 ha wilayah penelitian. Informasi lahan yang tersedia untuk padi, ditunjukkan pada luas 37.988,94 ha yang terdiri dari 4 kelas kesesuaian lahan (S1, S2, S3, dan N), sedangkan lahan yang tersedia dan sesuai iii untuk prioritas tanam padi, pada luas 35.437,60 ha yang terdiri dari 3 kelas kesesuaian lahan (S1, S2, dan S3). Hasil analisis keberlanjutan pertanian tanaman pangan padi di Kabupaten Garut menunjukan status kurang berkelanjutan (34,83%), yang terdiri pada aspek sosial (28%), ekonomi (25,73%), lingkungan (55,8%), infrastruktur dan teknologi (48%), serta hukum dan kelembagaan (16,63%), sehingga perlu mendorong empat faktor pengungkit pada setiap aspek untuk meningkatkan status keberlanjutannya. Selain itu, strategi kebijakan peningkatan produksi komoditas padi untuk perencanaan penggunaan lahan sawah berkelanjutan dilakukan dengan memperbaiki elemen stabilitas harga (E3), partisipasi keluarga dalam mengelola lahan sawah (E1), pendapatan petani (E4), ketersediaan air (E5), lembaga permodalan (E10), bibit unggul (E6), standarisasi mutu produk (E7), kesesuaian teknologi dan bantuan di wilayah (E8), dan ansuransi pertanian (E9).
dc.description.sponsorshipPT Triwala Mitra Bestari
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEvaluasi Penggunaan Lahan Untuk Pertanian Pangan Padi Yang Berkelanjutan Di Kabupaten Garutid
dc.title.alternativeEvaluation of Land Use for Sustainable Rice Crops in Garut Regency
dc.typeTesis
dc.subject.keywordkeberlanjutan pertanianid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record