Evaluasi Penggunaan Lahan Untuk Pertanian Pangan Padi Yang Berkelanjutan Di Kabupaten Garut
Date
2026Author
Handoko, Naufal Nashrullah
Widiatmaka
Firmansyah, Irman
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengggunaan lahan merupakan bentuk campur tangan mausia terhadap
lingkungan untuk memenuhi kebutuhan sandang, papan, dan pangan. Pertumbuhan
jumlah penduduk berperan penting sebagai faktor utama dalam perubahan
penggunaan lahan. Upaya pemerintah dalam mengendalikan hal tersebut melalui
penataan rencana tata ruang wilayah. Salah satu yang ditata dalam pemenuhan
kebutuhan pangan adalah lahan pertanian. Kabupaten Garut pada interval tahun
2019 hingga 2023 terjadi penurunan luas tanam padi dengan rata-rata 1.188 ha/
tahun. Ancaman kebutuhan pangan dengan peningkatan populasi manusia dan
penurunan luas lahan sawah di Kabupaten Garut, menjadi tantangan untuk
mewujudkan kemandirian pangan di daerah ini. Hal tersebut memerlukan multi
sektor untuk produksi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki
tujuan untuk mengevaluasi penggunaan lahan berkelanjutan tanaman padi di
Kabupaten Garut. Adapun mencapai tujuan utama tersebut dibutuhkan tujuan
antara, yakni (1) menganalisis tutupan lahan di tahun 2022 dan perubahan
penggunaan lahan antara tahun 2015 hingga tahun 2022 di Kabupaten Garut, (2)
menganalisis potensi lahan yang tersedia dan sesuai untuk padi di Kabupaten Garut,
(3) menganalisis status dan faktor pengungkit keberlanjutan pertanian pangan padi
di Kabupaten Garut, dan (4) merumuskan strategi kebijakan peningkatan produksi
padi dalam mendukung perencanaan penggunaan lahan berkelanjutan tanaman
pangan di Kabupaten Garut. Identifikasi tutupan/ penggunaan lahan menggunakan
peta citra spot 6 tahun 2022. Peta tutupan/penggunaan lahan dan peta rencana pola
ruang yang dioverlay untuk mendapatkan informasi lahan tersedia. Potensi lahan
diketahui melalui evaluasi kesesuaian lahan menggunakan metode Multi Criteria
Decission Making (MCDM) untuk mencari area lahan yang sesuai untuk produksi
pertanian pangan padi. Analisis keberlanjutan dilakukan menggunakan metode
Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) melalui kuisioner MSA, sedangkan
analisis strategi perencanaan penggunaan lahan berkelanjutan diperoleh dengan
metode Interprectative Structural Modeling (ISM).
Hasil interpretasi citra menunjukkan kondisi tutupan lahan di Kabupaten
Garut ditemukan dalam bentuk delapan belas macam, diantaranya berupa sungai,
area pemukiman, bangunan, danau/situ, empang/tambak, hutan, hutan bakau,
kebun/perkebunan, kolam ikan, mata air, padang rumput/ belukar, pasir darat,
pertambangan, sawah irigasi, sawah tadah hujan, semak belukar, tanah ladang, dan
tanggul pasir. Selain itu, perubahan penggunaan lahan pangan padi antara tahun
2015 ke 2022, terjadi pada penggunaan lahan sawah menjadi permukiman, badan
air, semak belukar, ladang, dan pertambangan.
Hasil analisis potensi lahan menunjukkan sebagian besar wilayah berpotensi
untuk pengembangan pertanian pangan padi di Kabupaten Garut, yaitu 221.630,64
ha atau 71,41 % dari 310.356,37 ha wilayah penelitian. Informasi lahan yang
tersedia untuk padi, ditunjukkan pada luas 37.988,94 ha yang terdiri dari 4 kelas
kesesuaian lahan (S1, S2, S3, dan N), sedangkan lahan yang tersedia dan sesuai
iii
untuk prioritas tanam padi, pada luas 35.437,60 ha yang terdiri dari 3 kelas
kesesuaian lahan (S1, S2, dan S3).
Hasil analisis keberlanjutan pertanian tanaman pangan padi di Kabupaten
Garut menunjukan status kurang berkelanjutan (34,83%), yang terdiri pada aspek
sosial (28%), ekonomi (25,73%), lingkungan (55,8%), infrastruktur dan teknologi
(48%), serta hukum dan kelembagaan (16,63%), sehingga perlu mendorong empat
faktor pengungkit pada setiap aspek untuk meningkatkan status keberlanjutannya.
Selain itu, strategi kebijakan peningkatan produksi komoditas padi untuk
perencanaan penggunaan lahan sawah berkelanjutan dilakukan dengan
memperbaiki elemen stabilitas harga (E3), partisipasi keluarga dalam mengelola
lahan sawah (E1), pendapatan petani (E4), ketersediaan air (E5), lembaga
permodalan (E10), bibit unggul (E6), standarisasi mutu produk (E7), kesesuaian
teknologi dan bantuan di wilayah (E8), dan ansuransi pertanian (E9).
Collections
- MT - Professional Master [919]
