Pengaruh Berbagai Sumber dan Dosis Dekomposer Terhadap Proses Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit ((Elaeis guineensis J.)
Abstract
Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah padat utama industri kelapa sawit yang mengandung lignoselulosa tinggi sehingga sulit terdekomposisi secara alami. Pengomposan merupakan alternatif pengelolaan TKKS yang ramah lingkungan, namun memerlukan dekomposer untuk mempercepat proses dekomposisi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai sumber dan dosis dekomposer terhadap dinamika proses dan kualitas pengomposan TKKS. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pendidikan Cikabayan IPB University pada Juli–November 2025 menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) split-plot dengan dua faktor, yaitu jenis dekomposer (EM4, Biotero, dan Residuce WS) sebagai petak utama serta dosis dekomposer (0; 0,5; 1,0; dan 1,5 kali dosis rekomendasi) sebagai anak petak. Parameter yang diamati meliputi suhu, kelembaban, pH, kadar air, warna, penyusutan bahan, serta kandungan hara N, P, K dan rasio C/N sebelum dan sesudah pengomposan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan dosis dekomposer berpengaruh nyata terhadap dinamika suhu dan kelembaban pada fase awal hingga pertengahan pengomposan, sedangkan pH relatif stabil pada kisaran netral. Perubahan warna kompos menuju cokelat kehitaman serta penyusutan bahan sebesar 27–36% mengindikasikan proses dekomposisi berlangsung efektif. Kandungan hara N, P, K serta rasio C/N akhir tidak berbeda nyata antar perlakuan, dengan rasio C/N berkisar 17,76–19,59 yang menunjukkan tingkat kematangan kompos yang baik dan memenuhi kriteria SNI. Kombinasi Residuce WS dengan dosis 1,5 kali rekomendasi menunjukkan aktivitas mikroba yang lebih intens ditandai oleh suhu yang lebih tinggi dan stabil.
