Show simple item record

dc.contributor.advisorNovindra
dc.contributor.authorZaman, Rifky Misbachul
dc.date.accessioned2026-02-04T06:31:53Z
dc.date.available2026-02-04T06:31:53Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172536
dc.description.abstractPertanian sebagai sektor yang memiliki kontribusi penting terhadap ketahanan pangan di Indonesia dihadapkan dengan permasalahan alih fungsi lahan pertanian. Alih fungsi lahan pada dasarnya tidak dapat dihindari dalam pelaksanaan pembangunan. Maraknya alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Bandung berdampak pada berkurangnya hasil produksi pertanian. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran akan berkurangnya luas lahan pertanian produktif sehingga dapat mengancam ketahanan pangan lokal. Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis laju alih fungsi lahan pertanian sawah, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi alih fungsi lahan pertanian dan mengestimasi dampak ekonomi alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Bandung dalam kurun waktu 15 tahun (2009-2023). Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis laju alih fungsi parsial, model regresi linear berganda menggunakan ordinary least square (OLS) dan analisis kuantitas serta nilai produksi yang hilang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi alih fungsi lahan sawah yang signifikan dalam kurun waktu tahun 2009 hingga 2023 sebesar 7.690 hektar dengan rata-rata penyusutan 1,54 persen per tahun. Luasan sawah menyusut dari 34.962 hektar pada tahun 2015 menjadi 26.533 hektar pada tahun 2023. Faktor yang menjadi pengaruh utama dalam fenomena alih fungsi lahan pertanian sawah di Kabupaten Bandung adalah peningkatan PDRB industri dengan estimasi rata rata volume produksi padi yang hilang mencapai 3.084,49 ton dan rata-rata nilai ekonomi yang hilang sebesar 14,2 miliar rupiah per tahun.
dc.description.abstractAgriculture, as a sector with a vital contribution to food security in Indonesia, is currently confronted with the issue of agricultural land conversion. Land conversion is essentially unavoidable in the implementation of development. The widespread conversion of paddy fields in Bandung Regency has resulted in a decrease in agricultural production. This phenomenon raises concerns regarding the reduction of productive agricultural land, which could threaten local food security. The location selected for this study is Bandung Regency, West Java Province. The purpose of this research is to analyze the rate of paddy field conversion, identify the factors influencing land conversion, and estimate the economic impact of agricultural land conversion in Bandung Regency over a 15-year period (2009 2023). Analysis was conducted using partial land conversion rate analysis, multiple linear regression models using Ordinary Least Square (OLS), and analysis of lost production quantity and value. The results indicate a significant conversion of paddy fields between 2009 and 2023, totaling 7,690 hectares with an average annual shrinkage rate of 1.54 percent. The area of paddy fields decreased sharply from 34,962 hectares in 2015 to 26,533 hectares in 2023. The primary influencing factor in the phenomenon of agricultural land conversion in Bandung Regency is the increase in industrial GRDP (Gross Regional Domestic Product), with an estimated average loss of rice production volume reaching 3,084.49 tons and an annual average loss of economic value amounting to 14.2 billion rupiah.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Alih Fungsi Lahan Sawah di Kabupaten Bandungid
dc.title.alternativeAnalysis of Factors Influencing the Conversion of Rice Fields in Bandung Regency
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordEconomic Impactid
dc.subject.keywordFood Securityid
dc.subject.keywordProduction Valueid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record