View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Investasi Resiliensi, Dukungan Sosial, Stres Pengasuhan, dan Parenting Self-Efficacy terhadap Kesejahteraan Subjektif Keluarga dengan Anak Disabilitas

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (445.6Kb)
      Fulltext (1.395Mb)
      Lampiran (702.9Kb)
      Date
      2026
      Author
      Aliyah, Uluwul Himah
      Sunarti, Euis
      Latifah, Melly
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Peningkatan jumlah anak penyandang disabilitas secara global, termasuk di Indonesia, menciptakan tantangan besar bagi keluarga, khususnya dalam aspek pengasuhan. Di Indonesia, terdapat sekitar 2,19 juta penyandang disabilitas, termasuk 1.527 jiwa di Kota Cimahi, Jawa Barat. Kondisi ini sering memicu tekanan psikologis, konflik internal, serta penurunan kesejahteraan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik keluarga dan anak, investasi resiliensi, dukungan sosial, stres pengasuhan, parenting self-efficacy, serta kesejahteraan subjektif keluarga; (2) menganalisis perbedaan karakteristik berdasarkan variabel utama; (3) menganalisis hubungan antara karakteristik keluarga dengan variabel utama; dan (4) menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung antarvariabel utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 128 keluarga yang memiliki anak disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Cimahi. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner terstruktur. Pemilihan sampel keluarga menggunakan metode non-proportional stratified random sampling berdasarkan jenis hambatan anak (fisik-motorik dan mental-intelektual) berdasarkan data Dapodik 2024. Instrumen yang digunakan meliputi: Dukungan sosial menggunakan MSPSS (The Multidimentional Scale of Percerived Social Support) (Zimmet et al. 1988; a = 0,88). Investasi resiliensi menggunakan LIENSI-GA (Sunarti 2021; a = 0,94). Stres Pengasuhan menggunakan PSS (The Parenting Stress Scale: Berry & Jones 1995; a = 0,75 – 0,90). Parenting self efficacy menggunakan MaaPs (Me as a Parent Scale: Hamilton et al. 2015; a = 0,80). Kesejahteraan Subjektif Keluarga menggunakan TERA-GA (Sunarti 2021; a = 0,94). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada karakteristik keluarga, mayoritas ibu dan ayah berada pada usia dewasa madya, dengan rata-rata usia ayah 46,7 tahun dan ibu 42,6 tahun. Mayoritas orang tua berpendidikan SMA dan memiliki penghasilan rata-rata sebesar Rp 3.075.000/ bulan. Sebagian besar ayah bekerja sebagai buruh harian lepas, sementara ibu berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Usia rata-rata anak adalah 12,26 tahun, dengan mayoritas masih berada di jenjang SDLB. Secara deskriptif, skor rata-rata menunjukkan bahwa investasi resiliensi keluarga (63,25), dukungan sosial (67,15), parenting self-efficacy (67,31), dan kesejahteraan subjektif keluarga (54,58) berada pada kategori sedang, sementara tingkat stres pengasuhan tergolong rendah (25,51). Namun analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa variasi stres pengasuhan tetap berdampak pada kapasitas keluarga. Pada investasi resiliensi, komponen nilai dan kepercayaan keluarga relatif lebih baik, namun konsistensi penerapan aturan, pengelolaan peran keluarga, dan atmosfer keluarga masih menunjukkan variasi antarresponden. Pada dukungan sosial, dukungan dari keluarga inti cenderung lebih tinggi dibandingkan dukungan dari teman dan significant others yang masih terbatas. Pada parenting self-efficacy, keyakinan orang tua dalam mengelola pengasuhan dan emosi berada pada tingkat sedang, menunjukkan perlunya penguatan pengalaman pengasuhan yang bersifat praktis dan aplikatif. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa pendidikan ibu, pendapatan keluarga, dan pendapatan per kapita berhubungan positif dan signifikan dengan investasi resiliensi pada keluarga dengan anak disabilitas (r = 0,193; r = 0,213; r = 0,206), yang menunjukkan bahwasumber daya pendidikan dan ekonomi berperan dalam penguatan nilai, pengelolaan keluarga, serta atmosfer keluarga. Pendapatan keluarga (r = 0,222) juga berhubungan positif dengan dukungan sosial, menandakan bahwa kondisi ekonomi yang baik memperluas akses terhadap jaringan sosial yang lebih luas. Sebaliknya, stres pengasuhan meningkat seiring usia ayah (r = 0,213), namun menurun dengan meningkatnya pendidikan ibu (r = -0,219) dan pendapatan keluarga (r = -0,244). Selain itu, usia ayah (r = -0,198) berhubungan negatif dengan parenting self-efficacy, sedangkan pendidikan ibu (r = 0,210), pendapatan keluarga (r = 0,310), dan pendapatan per kapita (r = 0,304) berhubungan positif dengan kesejahteraan subjektif keluarga. Parenting self-efficacy menurun seiring usia ayah, namun meningkat seiring pendidikan ibu dan pendapatan keluarga, yang menunjukkan pentingnya kapasitas personal orang tua dalam pengasuhan Analisis jalur SEM menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif keluarga dipengaruhi signifikan oleh investasi resiliensi (ß = 0,701), dukungan sosial (ß = 0,168), dan parenting self-efficacy (ß = 0,180), sedangkan stres pengasuhan tidak berpengaruh (ß = -0,086), tetapi berdampak negatif pada investasi resiliensi (ß = -0,303) dan parenting self-efficacy (ß = -0,295). Berdasarkan hasil temuan tersebut, implikasi penelitian ini menegaskan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan subjektif keluarga dengan anak disabilitas perlu diarahkan pada penguatan mekanisme protektif dalam sistem keluarga, bukan semata-mata pada penurunan stres pengasuhan. Intervensi kebijakan dan program layanan keluarga perlu memprioritaskan penguatan investasi resiliensi, melalui penciptaan atmosfer keluarga yang hangat, komunikasi yang suportif, serta penguatan kapasitas organisasi keluarga keluarga. Selain itu, penguatan dukungan sosial berbasis komunitas dan institusi menjadi krusial karena terbukti berperan dalam meningkatkan resiliensi dan parenting self-efficacy, sehingga keluarga mampu mengelola tekanan pengasuhan secara adaptif dan mempertahankan kesejahteraan jangka panjang. Temuan ini juga mengimplikasikan bahwa program pendampingan keluarga perlu difokuskan pada pemberdayaan orang tua melalui peningkatan keyakinan pengasuhan dan kemampuan pemaknaan pengalaman (meaning-making), sehingga keluarga mampu mengelola tekanan secara adaptif dan mempertahankan kesejahteraan jangka panjang meskipun berada dalam kondisi pengasuhan yang menantang.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172501
      Collections
      • MT - Human Ecology [2422]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository