Pengaruh Karakteristik Individu, Media Sosial dan Literasi Digital Remaja terhadap Kemampuan Adaptabilitas Lingkungan Digital (Kasus di Pulau Buru)
Abstract
Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan yang signifikan dalam kehidupan masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan seperti Pulau Buru, Provinsi Maluku. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan meluasnya akses internet, khususnya melalui jaringan seluler dan fasilitas Wi-Fi, telah mendorong peningkatan penggunaan perangkat digital di kalangan remaja. Media sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari remaja, baik sebagai sarana komunikasi, hiburan, maupun akses informasi. Namun demikian, peningkatan intensitas penggunaan media sosial tersebut tidak selalu diiringi dengan kemampuan literasi digital yang memadai, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial di ruang digital.
Remaja di Pulau Buru secara umum menunjukkan kemampuan adaptasi teknis yang cukup baik terhadap perkembangan teknologi digital, yang tercermin dari tingginya kepemilikan smartphone dan frekuensi penggunaan media sosial. Akan tetapi, kemampuan tersebut masih terbatas pada aspek teknis dan belum sepenuhnya didukung oleh kemampuan berpikir kritis, etika digital, serta kesadaran dalam mengelola risiko di lingkungan digital. Kondisi ini menyebabkan remaja rentan terhadap paparan hoaks dan disinformasi, konten negatif, kecanduan media sosial, serta perilaku menyimpang yang dipengaruhi oleh interaksi di ruang digital. Beberapa fenomena sosial yang terjadi menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital dan lemahnya kontrol sosial dapat berdampak langsung pada kehidupan sosial remaja, khususnya di wilayah dengan keterbatasan pendampingan digital dari keluarga dan institusi pendidikan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif (Non-eksperimental) yang didukung oleh data kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner terstruktur yang disebarkan kepada siswa tingkat SMA, SMK, dan MA di Pulau Buru. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru dan orang tua guna memperkuat dan sebagai validasi pemahaman terhadap temuan kuantitatif. Pemilihan responden dilakukan secara proporsional, sedangkan informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan pertimbangan keterlibatan langsung dalam pendampingan remaja.
Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). Metode ini digunakan untuk menguji hubungan dan pengaruh antarvariabel penelitian, yaitu karakteristik individu, penggunaan media sosial, literasi digital, dan kemampuan adaptabilitas lingkungan digital. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan profil responden dan kondisi umum variabel penelitian, sedangkan uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk memastikan ketepatan instrumen pengukuran. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan analisis SWOT sebagai pendekatan strategis untuk merumuskan strategi komunikasi yang relevan dan kontekstual berdasarkan hasil penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan media sosial di kalangan remaja Pulau Buru tergolong tinggi, dengan platform yang paling sering digunakan adalah Facebook. Media sosial lebih banyak dimanfaatkan untuk komunikasi dan hiburan, sementara pemanfaatan untuk kepentingan edukasi dan pengembangan diri masih relatif terbatas. Karakteristik individu responden menunjukkan bahwa mayoritas remaja telah terbiasa menggunakan perangkat digital sejak usia dini, namun belum sepenuhnya dibekali dengan kemampuan literasi digital yang komprehensif.
Tingkat literasi digital remaja berada pada kategori rendah, yang menunjukkan bahwa meskipun sebagian remaja telah memiliki kemampuan teknis dasar dalam menggunakan perangkat dan aplikasi digital, kemampuan berpikir kritis, etika digital, serta kesadaran terhadap risiko di lingkungan digital masih sangat terbatas. Kondisi ini berimplikasi pada rendahnya kemampuan remaja dalam menyaring informasi, memahami dampak penggunaan media sosial, serta mengambil keputusan yang tepat di ruang digital. Sejalan dengan temuan tersebut, kemampuan adaptabilitas lingkungan digital remaja berada pada kategori sangat rendah hingga rendah. Hal tersebut juga mengindikasikan bahwa remaja belum mampu menyesuaikan diri secara optimal terhadap dinamika dan tantangan lingkungan digital yang terus berkembang, termasuk dalam menghadapi arus informasi, interaksi sosial daring, serta berbagai risiko yang melekat pada penggunaan media digital.
Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa karakteristik individu tidak berpengaruh signifikan terhadap literasi digital remaja. Sebaliknya Penggunaan media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap literasi digital, yang kemudian literasi digital berpengaruh signifikan terhadap kemampuan adaptabilitas lingkungan digital. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital memiliki peran strategis sebagai faktor penghubung dalam membentuk kemampuan adaptasi remaja di lingkungan digital. Semakin baik literasi digital yang dimiliki remaja, semakin tinggi pula kemampuan mereka dalam menghadapi risiko dan dinamika ruang digital secara bijak.
Berdasarkan analisis SWOT, penelitian ini mengidentifikasi bahwa kekuatan utama terletak pada tingginya akses terhadap teknologi dan infrastruktur digital, sementara kelemahan utama terletak pada rendahnya kesadaran kritis dan etika digital remaja. Peluang yang dapat dimanfaatkan meliputi dukungan kebijakan pemerintah terkait literasi digital serta peran sekolah dan keluarga dalam pendampingan penggunaan media sosial. Adapun ancaman utama berasal dari maraknya konten negatif, disinformasi, dan lemahnya kontrol sosial di ruang digital. Berdasarkan hasil tersebut, dirumuskan strategi komunikasi yang menekankan penguatan literasi digital, peningkatan peran guru dan orang tua, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukatif guna meningkatkan kemampuan adaptabilitas lingkungan digital remaja di Pulau Buru.
Kata kunci: adaptabilitas lingkungan digital, literasi digital, remaja, penggunaan media sosial, Pulau Buru.
Collections
- MT - Human Ecology [2422]
