Dampak Foreign Direct Investment terhadap Penerimaan Devisa Sektor Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Abstract
Sektor pariwisata memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia,
namun efektivitas investasinya dalam memacu pertumbuhan masih menjadi
masalah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan dan hubungan
simultan antara penerimaan devisa pariwisata, pertumbuhan ekonomi, dan Foreign
Direct Investment (FDI) selama periode 2000–2023. Dengan menerapkan metode
Two-Stage Least Squares untuk mengatasi masalah endogenitas, hasil estimasi
mengonfirmasi adanya hubungan timbal balik yang positif dan signifikan antara
devisa pariwisata dan PDB riil. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jumlah
wisatawan mancanegara berpengaruh signifikan terhadap devisa, namun FDI sektor
pariwisata tidak berdampak signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa kontribusi
investasi pariwisata belum optimal dan masih bergantung pada kekuatan rantai
pasok domestik. Penelitian ini merekomendasikan strategi kebijakan yang berfokus
pada penguatan integrasi antarsektor untuk memaksimalkan dampak ekonomi
pariwisata. The tourism sector plays a vital role in Indonesia's economy, but the
effectiveness of investment in spurring growth remains an issue. This study aims to
analyze the development and simultaneous relationship between tourism foreign
exchange earnings, economic growth, and Foreign Direct Investment (FDI) from
2000 to 2023. Applying the Two-Stage Least Squares method to address
endogeneity, the results confirm a positive and significant bidirectional causality
between tourism earnings and Real GDP. Specific findings indicate that
international tourist arrivals significantly affect foreign exchange earnings,
whereas tourism FDI does not show a significant impact. This suggests that the
contribution of tourism investment is not yet optimal and relies heavily on domestic
supply chain strength. The study recommends policy strategies focused on
strengthening inter-sectoral integration to maximize tourism's economic impact.
