Show simple item record

dc.contributor.advisorMansur, Irdika
dc.contributor.advisorHerliyana, Elis Nina
dc.contributor.authorWardhani, Diah Ayu Pramudha
dc.date.accessioned2026-01-29T06:45:08Z
dc.date.available2026-01-29T06:45:08Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172399
dc.description.abstractIndustri pertambangan memberikan kontribusi ekonomi signifikan namun menimbulkan dampak lingkungan berupa Air Asam Tambang (AAT) yang mengandung logam berat dan memiliki pH rendah. Mikoremediasi menggunakan jamur tiram dan Spent Mushroom Compost (SMC) menjadi alternatif pengelolaan AAT yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan limbah industri minyak atsiri (nilam dan serai wangi) sebagai media budidaya jamur tiram, efektivitas SMC untuk mikoremediasi AAT, serta efisiensi biaya produksinya dalam pendekatan ekonomi sirkular. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor yaitu komposisi media (8 taraf) dan jenis jamur tiram (2 taraf), masing-masing dengan 5 ulangan menghasilkan 80 unit baglog, serta pengujian mikoremediasi sistem microcosm menggunakan SMC dari media M3, M4, dan M5 dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah nilam dan serai wangi cukup efektif sebagai media pertumbuhan jamur tiram, dengan media M5 (kombinasi) menghasilkan performa terbaik pada fase vegetatif yang ditunjukkan oleh waktu pencapaian full growth mycelium yang relatif optimal, serta jumlah tudung terbanyak (7,60 tudung) dan berat basah yang tinggi (32,25 g). Meskipun efisiensi biologi media limbah atsiri (4,36–34,11%) masih lebih rendah dibandingkan media konvensional M0 (42,37%), kandungan protein jamur meningkat signifikan hingga 36,00–38,16% dan kandungan abu lebih tinggi (0,99–1,35%), yang mengindikasikan transfer nitrogen dan mineral yang lebih efisien ke tubuh buah jamur. SMC jamur tiram terbukti sangat efektif untuk mikoremediasi AAT dengan meningkatkan pH dari 2,6-2,9 menjadi 6,5-6,9 dalam 32 hari, memenuhi baku mutu air limbah pertambangan (pH 6-9). Penurunan kadar logam berat sangat signifikan dengan efisiensi 85-99%, yaitu Cd (<0,02 menjadi <0,0005 mg/L), Hg (<0.001 menjadi <0.00004 mg/L), Pb (<0.6 menjadi <0.000006 mg/L), dan Zn (0,2 menjadi 0,03 mg/L). Biosorben FM5 menunjukkan performa lebih baik dalam penyerapan Cu (0,07 mg/L) dibandingkan BM3 (0,78 mg/L). Budidaya jamur tiram berbasis limbah atsiri lebih efisien secara biaya dengan nilai Rp 27.820/kg dibandingkan sistem konvensional Rp 32.651/kg, menghasilkan penghematan 20.7% (Rp 500.000). Meskipun total produksi lebih rendah (68,85 kg berbanding 73,98 kg), kandungan protein yang lebih tinggi (peningkatan 29.64%) dan mineral yang lebih baik menunjukkan nilai nutrisi per satuan biaya yang superior sesuai konsep economic value-added. Penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan limbah nilam dan serai wangi mendukung implementasi ekonomi sirkular melalui transformasi limbah menjadi sumberdaya bernilai ekonomi dan lingkungan.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEkonomi Sirkular Limbah Nilam dan Serai Wangi untuk Budidaya Jamur Tiram dan Mikoremediasi AATid
dc.title.alternativeCircular Economy of Patchouli and Citronella Waste for Oyster Mushroom Cultivation and Acid Mine Drainage Mycoremediation
dc.typeTesis
dc.subject.keywordAATid
dc.subject.keywordekonomi sirkularid
dc.subject.keywordjamur tiramid
dc.subject.keywordmikoremediasiid
dc.subject.keywordlimbah baglogid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record