Show simple item record

dc.contributor.advisorArinana
dc.contributor.advisorFarajallah, Achmad
dc.contributor.authorLahiaro, Farjun
dc.date.accessioned2026-01-23T09:28:07Z
dc.date.available2026-01-23T09:28:07Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172307
dc.description.abstractPantai Ternate berada pada kawasan laut tropis dengan suhu perairan hangat dan salinitas yang tinggi sepanjang tahun. Kondisi tersebut mendorong tingginya tingkat produktivitas biologi dan memungkinkan berbagai organisme laut berkembang dengan baik. Penggunaan kayu untuk infrastruktur pesisir di Ternate seperti dermaga, rumah panggung, kapal dan perahu serta berbagai fasilitas pendukung aktivitas masyarakat pesisir mengalami tantangan akibat degradasi dari serangan organisme yang dikenal dengan marine borer (organisme penggerek laut). Marine borer merupakan agen biodeteriorasi utama di lingkungan laut yang menyebabkan degradasi material organik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa serangan marine borer tidak hanya distribusinya yang luas, tetapi juga bervariasi dalam jenis spesies dan intensitas serangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis spesies marine borer yang ada di Pantai Ternate serta mengetahui jenis kayu yang berada di pesisir pantai Ternate yang terserang marine borer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpanan kayu dan observasi langsung. Selain itu dilakukan pengukuran parameter lingkungan seperti salinitas, suhu, dan pH air laut. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2024 hingga Juni 2024 di pantai Ternate. Pengumpanan kayu dilakukan di dua lokasi, yaitu Pantai Dufa-dufa di Kecamatan Ternate Utara dan Pantai Falajawa di Kecamatan Ternate Tengah. Observasi dilakukan di lima kecamatan yang mencakup sembilan pantai, termasuk Pantai Falajawa, Pantai Dufa-dufa, Pantai Sulamadaha, Pantai Tobololo, Pantai Tolire di Kecamatan Ternate Barat, serta Pantai Afetaduma, Ake Rica, Kastela di Kecamatan Pulau Ternate, dan Pantai Gambesi di Kecamatan Ternate Selatan. Pengumpanan kayu menggunakan kayu tusam (Pinus merkusii) dan kayu karet (Hevea brasiliensis), dengan cara merakit kayu sesuai standar SNI 7207:2014, kemudian ditenggelamkan ke laut. Metode observasi dilakukan dengan mengambil kayu di sekitar pantai untuk diperiksa adanya serangan penggerek laut serta mengamati dan mengidentifikasi karakteristik kayu secara visual dan makroskopis. Semua spesies penggerek laut yang ditemukan diambil dengan pinset, dimasukkan ke dalam tabung koleksi berukuran 1,5 ml berisi alkohol 70%, kemudian diperiksa dan diidentifikasi menggunakan mikroskop di Laboratorium IPB. Hasil identifikasi menunjukkan adanya empat spesies penggerek laut, yaitu Bankia carinata dari filum Moluska, serta Chelura insulae, Sphaeroma terebrans, dan Cenoloba obliteralis dari filum Arthropoda. B. carinata ditemukan menggerek kayu yang umpan, sedangkan ketiga spesies lain ditemukan pada kayu yang berada di pesisir pantai Ternate dari hasil observasi. Kayu tusam dan kayu karet menunjukkan tingkat kerusakan yang lebih tinggi di Pantai Falajawa dibandingkan Pantai Dufa-Dufa. Perbedaan tingkat kerusakan ini berkaitan dengan perbedaan parameter lingkungan perairan, seperti suhu, salinitas, dan pH air laut, yang memengaruhi intensitas serangan penggerek laut, khususnya spesies B. carinata. Adanya lubang pada permukaan kayu mengindikasikan tingginya kerusakan kayu akibat serangan marine borer. Lokasi penelitian memiliki karakteristik perairan tropis dengan kisaran suhu 20 °C hingga 31 °C, salinitas antara 30 ppt–35 ppt, serta pH 7,9–8,4, merupakan kondisi optimal bagi pertumbuhan dan aktivitas organisme perusak kayu laut, seperti B. carinata, C. insulae, S. terebrans, dan C. obliteralis. Sementara itu, hasil identifikasi jenis kayu terserang marine borer yang ditemukan disekitar pantai dari metode observasi, setidaknya terdapat tiga jenis kayu, yaitu pedada (Sonneratia sp.), nyamplung (Calophyllum sp.), dan waru laut (Hibiscus sp.). Kayu-kayu yang telah terpapar dipantai dalam jangka waktu lama menunjukkan tingkat kerusakan yang lebih berat akibat aktivitas penggerek laut.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleIdentifikasi Spesies Marine Borer di Pantai Ternateid
dc.title.alternativeIdentification of Marine Borer Species on Ternate Beach
dc.typeTesis
dc.subject.keywordmoluskaid
dc.subject.keywordobservasiid
dc.subject.keywordpengumpanan kayuid
dc.subject.keywordsalinitasid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record