View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Forestry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Forestry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Identifikasi Spesies Marine Borer di Pantai Ternate

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (1.890Mb)
      Fulltext (7.817Mb)
      Date
      2026
      Author
      Lahiaro, Farjun
      Arinana
      Farajallah, Achmad
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pantai Ternate berada pada kawasan laut tropis dengan suhu perairan hangat dan salinitas yang tinggi sepanjang tahun. Kondisi tersebut mendorong tingginya tingkat produktivitas biologi dan memungkinkan berbagai organisme laut berkembang dengan baik. Penggunaan kayu untuk infrastruktur pesisir di Ternate seperti dermaga, rumah panggung, kapal dan perahu serta berbagai fasilitas pendukung aktivitas masyarakat pesisir mengalami tantangan akibat degradasi dari serangan organisme yang dikenal dengan marine borer (organisme penggerek laut). Marine borer merupakan agen biodeteriorasi utama di lingkungan laut yang menyebabkan degradasi material organik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa serangan marine borer tidak hanya distribusinya yang luas, tetapi juga bervariasi dalam jenis spesies dan intensitas serangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis spesies marine borer yang ada di Pantai Ternate serta mengetahui jenis kayu yang berada di pesisir pantai Ternate yang terserang marine borer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpanan kayu dan observasi langsung. Selain itu dilakukan pengukuran parameter lingkungan seperti salinitas, suhu, dan pH air laut. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2024 hingga Juni 2024 di pantai Ternate. Pengumpanan kayu dilakukan di dua lokasi, yaitu Pantai Dufa-dufa di Kecamatan Ternate Utara dan Pantai Falajawa di Kecamatan Ternate Tengah. Observasi dilakukan di lima kecamatan yang mencakup sembilan pantai, termasuk Pantai Falajawa, Pantai Dufa-dufa, Pantai Sulamadaha, Pantai Tobololo, Pantai Tolire di Kecamatan Ternate Barat, serta Pantai Afetaduma, Ake Rica, Kastela di Kecamatan Pulau Ternate, dan Pantai Gambesi di Kecamatan Ternate Selatan. Pengumpanan kayu menggunakan kayu tusam (Pinus merkusii) dan kayu karet (Hevea brasiliensis), dengan cara merakit kayu sesuai standar SNI 7207:2014, kemudian ditenggelamkan ke laut. Metode observasi dilakukan dengan mengambil kayu di sekitar pantai untuk diperiksa adanya serangan penggerek laut serta mengamati dan mengidentifikasi karakteristik kayu secara visual dan makroskopis. Semua spesies penggerek laut yang ditemukan diambil dengan pinset, dimasukkan ke dalam tabung koleksi berukuran 1,5 ml berisi alkohol 70%, kemudian diperiksa dan diidentifikasi menggunakan mikroskop di Laboratorium IPB. Hasil identifikasi menunjukkan adanya empat spesies penggerek laut, yaitu Bankia carinata dari filum Moluska, serta Chelura insulae, Sphaeroma terebrans, dan Cenoloba obliteralis dari filum Arthropoda. B. carinata ditemukan menggerek kayu yang umpan, sedangkan ketiga spesies lain ditemukan pada kayu yang berada di pesisir pantai Ternate dari hasil observasi. Kayu tusam dan kayu karet menunjukkan tingkat kerusakan yang lebih tinggi di Pantai Falajawa dibandingkan Pantai Dufa-Dufa. Perbedaan tingkat kerusakan ini berkaitan dengan perbedaan parameter lingkungan perairan, seperti suhu, salinitas, dan pH air laut, yang memengaruhi intensitas serangan penggerek laut, khususnya spesies B. carinata. Adanya lubang pada permukaan kayu mengindikasikan tingginya kerusakan kayu akibat serangan marine borer. Lokasi penelitian memiliki karakteristik perairan tropis dengan kisaran suhu 20 °C hingga 31 °C, salinitas antara 30 ppt–35 ppt, serta pH 7,9–8,4, merupakan kondisi optimal bagi pertumbuhan dan aktivitas organisme perusak kayu laut, seperti B. carinata, C. insulae, S. terebrans, dan C. obliteralis. Sementara itu, hasil identifikasi jenis kayu terserang marine borer yang ditemukan disekitar pantai dari metode observasi, setidaknya terdapat tiga jenis kayu, yaitu pedada (Sonneratia sp.), nyamplung (Calophyllum sp.), dan waru laut (Hibiscus sp.). Kayu-kayu yang telah terpapar dipantai dalam jangka waktu lama menunjukkan tingkat kerusakan yang lebih berat akibat aktivitas penggerek laut.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172307
      Collections
      • MT - Forestry [1541]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository