Show simple item record

dc.contributor.advisorNikmatin, Siti
dc.contributor.advisorIrmansyah
dc.contributor.authorHermawan, Fery
dc.date.accessioned2026-01-23T06:56:14Z
dc.date.available2026-01-23T06:56:14Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172283
dc.description.abstractPolybag plastik sebagai wadah media tanam tidak mudah hancur ataupun terdegradasi oleh lingkungan. Setelah digunakan polybag akan menumpuk menjadi limbah plastik. Polybag berbahan dasar bahan organik yang dikenal dengan istilah biopolybag dapat menjadi solusi karena mudah terurai dan dapat langsung ditanam beserta tanamannya. Bahan organik yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan lateks sebagai perekatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah biomassa TKKS menjadi serat sebagai material penyusun biopolybag dan mendapatkan karakteristik fisika-kimia bahan baku, membuat biopolybag dari serat TKKS sebagai pengganti plastik dan menganalisa sifat mekanik, kerapatan, tegangan permukaan, serta kemampuan degradasinya serta menganalisa pengaruh penggunaan lateks sebagai perekat pada biopolybag berbahan TKKS. TKKS dibersihkan untuk menghilangkan kotoran yang menempel dan dipotong lalu direndam dalam air pada suhu ruang. TKKS kemudian dibersihkan kembali sekaligus diurai menjadi untaian serat panjang diikuti proses retting (perendaman) selama 3 hari konstan. Serat dicuci kembali kemudian dikeringkan selama 2 hari dalam kondisi terik. Serat di fibrilasi menggunakan mesin dekortikator agar tidak menggumpal. Serat disusun berdasarkan formulasi variasi gramasi (200 gram, 300 gram, 400 gram) dengan ukuran 1 m x 1 m. Lembaran serat direkatkan dengan cara di spray dengan lateks menggunakan sprayer kemudian di jemur 30 menit dalam kondisi terik begitu juga dengan sisi lainnya sebelum di press dengan roll press pada ketebalan 1 mm. Lembaran kemudian di spray dengan kompon lateks sebagai vulkanisator agar lateks dan TKKS dapat merekat sempurna, selanjutnya lembaran di jemur selama 30 menit dalam kondisi terik, begitu pula dengan sisi sebaliknya. Lembaran serat kemudian di potong sesuai ukuran yang di inginkan untuk dibentuk menjadi biopolybag Biomassa TKKS dapat menjadi serat sebagai material penyusun biopolybag dengan kandungan holoselulosa 80.59 ± 1.59 % dan lignin 20.33 ± 0.08%. Biopolybag dari serat TKKS dapat digunakan sebagai pengganti plastik dengan kadar air 2.31 - 6.91 % yang lebih rendah jika dibandingkan dengan biopolybag berbahan organik lainnya. Nilai densitas berkisar antara 0.18 – 0.33 g/cm3, semakin besar gramasi serta perekat yang digunakan semakin tinggi nilai densitasnya. Daya serap air dengan rentang 127.80 – 218.90%, dipengaruhi oleh jumlah lateks dan kompon lateks yang digunakan. Kemampuan degradasi dalam tanah 11.11 – 52.94% dan kemampuan degradasi dalam air 0.96 – 11.11% membuktikan bahwa biopolybag berbahan dasar TKKS dapat terurai dengan baik di alam. Kekuatan tarik sampel berkisar 5.30 – 23.64 N, berdasarkan Jis K 6781 - 1977 polybag untuk pertanian minimal mempunyai kuat tarik 1.47 – 9.807 N. Komponen polar jauh lebih kecil daripada komponen dispersif, yang menegaskan bahwa biopolybag bersifat hidrofobik.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Penggunaan Lateks sebagai Perekat pada Biopolybag berbahan Serat TKKSid
dc.title.alternativeThe Effect of Using Latex as an Adhesive on Biopolybags Made from Oil Palm Empty Fruit Bunches
dc.typeTesis
dc.subject.keywordbiopolybagid
dc.subject.keywordkelapa sawitid
dc.subject.keywordLateksid
dc.subject.keywordtandan kosongid
dc.subject.keywordlimbah plastik pertanianid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record