Pengaruh Penggunaan Lateks sebagai Perekat pada Biopolybag berbahan Serat TKKS
Abstract
Polybag plastik sebagai wadah media tanam tidak mudah hancur ataupun
terdegradasi oleh lingkungan. Setelah digunakan polybag akan menumpuk menjadi
limbah plastik. Polybag berbahan dasar bahan organik yang dikenal dengan istilah
biopolybag dapat menjadi solusi karena mudah terurai dan dapat langsung ditanam
beserta tanamannya. Bahan organik yang digunakan dalam penelitian ini adalah
serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan lateks sebagai perekatnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengolah biomassa TKKS menjadi serat
sebagai material penyusun biopolybag dan mendapatkan karakteristik fisika-kimia
bahan baku, membuat biopolybag dari serat TKKS sebagai pengganti plastik dan
menganalisa sifat mekanik, kerapatan, tegangan permukaan, serta kemampuan
degradasinya serta menganalisa pengaruh penggunaan lateks sebagai perekat pada
biopolybag berbahan TKKS.
TKKS dibersihkan untuk menghilangkan kotoran yang menempel dan
dipotong lalu direndam dalam air pada suhu ruang. TKKS kemudian dibersihkan
kembali sekaligus diurai menjadi untaian serat panjang diikuti proses retting
(perendaman) selama 3 hari konstan. Serat dicuci kembali kemudian dikeringkan
selama 2 hari dalam kondisi terik. Serat di fibrilasi menggunakan mesin
dekortikator agar tidak menggumpal. Serat disusun berdasarkan formulasi variasi
gramasi (200 gram, 300 gram, 400 gram) dengan ukuran 1 m x 1 m.
Lembaran serat direkatkan dengan cara di spray dengan lateks menggunakan
sprayer kemudian di jemur 30 menit dalam kondisi terik begitu juga dengan sisi
lainnya sebelum di press dengan roll press pada ketebalan 1 mm. Lembaran
kemudian di spray dengan kompon lateks sebagai vulkanisator agar lateks dan
TKKS dapat merekat sempurna, selanjutnya lembaran di jemur selama 30 menit
dalam kondisi terik, begitu pula dengan sisi sebaliknya. Lembaran serat kemudian
di potong sesuai ukuran yang di inginkan untuk dibentuk menjadi biopolybag
Biomassa TKKS dapat menjadi serat sebagai material penyusun biopolybag
dengan kandungan holoselulosa 80.59 ± 1.59 % dan lignin 20.33 ± 0.08%.
Biopolybag dari serat TKKS dapat digunakan sebagai pengganti plastik dengan
kadar air 2.31 - 6.91 % yang lebih rendah jika dibandingkan dengan biopolybag
berbahan organik lainnya. Nilai densitas berkisar antara 0.18 – 0.33 g/cm3, semakin
besar gramasi serta perekat yang digunakan semakin tinggi nilai densitasnya. Daya
serap air dengan rentang 127.80 – 218.90%, dipengaruhi oleh jumlah lateks dan
kompon lateks yang digunakan. Kemampuan degradasi dalam tanah 11.11 –
52.94% dan kemampuan degradasi dalam air 0.96 – 11.11% membuktikan bahwa
biopolybag berbahan dasar TKKS dapat terurai dengan baik di alam. Kekuatan tarik
sampel berkisar 5.30 – 23.64 N, berdasarkan Jis K 6781 - 1977 polybag untuk
pertanian minimal mempunyai kuat tarik 1.47 – 9.807 N. Komponen polar jauh
lebih kecil daripada komponen dispersif, yang menegaskan bahwa biopolybag
bersifat hidrofobik.
