Show simple item record

dc.contributor.advisorRilus
dc.contributor.advisorAbdulkadir, Rr. Melani
dc.contributor.authorRosidah, Wilda
dc.date.accessioned2026-01-22T08:54:08Z
dc.date.available2026-01-22T08:54:08Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172251
dc.description.abstractPerubahan teknologi penangkapan ikan dilakukan nelayan untuk menambah tangkapan dan memperluas wilayah penangkapan. Adopsi teknologi yang beragam ini berdampak pada struktur sosial komunitas nelayan, baik secara horizontal maupun vertikal, serta menimbulkan persaingan yang mengarah pada konflik. Penelitian ini mengkaji (1) perkembangan teknologi penangkapan ikan pada komunitas nelayan Muncar, (2) perubahan struktur sosial akibat perubahan teknologi tersebut, serta (3) menganalisis dinamika persaingan dan konflik akibat perubahan teknologi penangkapan dan perubahan struktur sosial pada komunitas nelayan Muncar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus yang dilakukan pada komunitas nelayan Muncar di Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan lapang dilakukan antara tanggal 7 sampai 24 Juli 2023 dan 25 Maret sampai 4 April 2024. Temuan penelitian menunjukkan adanya fase perubahan teknologi dari tahun 1970 hingga 2024, dari penggunaan teknologi sederhana berupa pancing, jaring insang, payang, dan jaring angkat/bagan (pra-1970), munculnya mesin motor kecil dan jaring purse seine slerek (1990-2000), hingga penggunaan purse seine gardan dan bagan apung (2000-sekarang). Dalam hal struktur, sebelum tahun 1970-an sistem kerja dalam unit perahu terdiri dari status juragan dan pandega. Perkembangan teknologi menghasilkan spesialisasi kerja dengan adanya status juragan darat dan juragan laut, serta ragam pandega dengan keterampilan yang spesifik. Terjadi perubahan status nelayan payang, dari nelayan skala besar sebelum tahun 1970 menjadi nelayan skala menengah sebagai akibat munculnya alat tangkap modern seperti purse seine. Sebagai respons terhadap perubahan struktur sosial, konflik laten horizontal terjadi karena perbedaan alat dan metode penangkapan, persaingan pemanfaatan wilayah penangkapan, serta adanya persepsi negatif antar kelompok nelayan. Adapun konflik laten vertikal terjadi dalam hubungan produksi antara pemilik, yaitu juragan darat, dan buruh nelayan, yaitu juragan laut dan pandega, terutama terkait pembagian hasil yang tidak adil dan praktik eksploitasi terhadap buruh nelayan.
dc.description.abstractFishers have adopted technological advances to increase their catch and expand their fishing grounds. The adoption of these technologies has impacted the social structure of fisher communities, both horizontally and vertically, leading to competition and conflict. This study examines (1) the development of fishing technology in the Muncar fishers community, (2) changes in social structure resulting from these technological changes, and (3) analyzes the dynamics of competition and conflict resulting from changes in fishing technology and social structure in the Muncar fishers community. This study employs a qualitative approach, with a case study conducted in the Muncar fishers' community, Banyuwangi, East Java. Conducted fieldwork was between July 7 and 24, 2023, and March 25 and April 4, 2024. Research findings show a phase of technological change from 1970 to 2024, from the use of simple technologies such as hook and line, gillnets, payang, and lift nets/bagan (pre-1970), the emergence of small motorized boats and purse seine slerek (1990-2000), to the use of purse seine gardan and floating lift nets (2000-present). In terms of structure, prior to the 1970s, the work system in boat units consisted of juragan and pandega. Technological developments led to the emergence of specialized work roles, including status juragan darat and juragan laut, as well as pandega with specific skills. There was a change in the status of payang fishers, from large-scale fishers before 1970 to middle-scale fishers as a result of the emergence of modern fishing gear such as purse seines. In response to changes in social structure, latent horizontal conflicts arise due to differences in fishing tools and methods, competition for fishing grounds, and negative perceptions between fishing groups. Latent vertical conflicts occur in the production relationship between owners, namely juragan darat, and fishing laborers, namely juragan laut and pandega, particularly regarding the unfair distribution of profits and the exploitation of fisher laborers.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePerubahan Struktur Sosial dan Konflik pada Komunitas Nelayan (Studi Kasus Nelayan Muncar, Banyuwangi)id
dc.title.alternativeSocial Structure Changes and Conflict in Fisher Communities (Case Study of Muncar Fishers, Banyuwangi)
dc.typeTesis
dc.subject.keywordTeknologi Penangkapanid
dc.subject.keywordStruktur Sosialid
dc.subject.keywordKonflik Latenid
dc.subject.keywordKomunitas Nelayanid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record