View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Self-compassion, Dukungan Sosial, Gaya Pengasuhan, Interaksi Ibu-Anak terhadap Kemandirian Anak Disabilitas.

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (4.328Mb)
      Fulltext (3.652Mb)
      Lampiran (4.328Mb)
      Date
      2026
      Author
      Kurnia, Fitra Nanda
      Riany, Yulina Eva
      Herawati, Tin
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kemandirian anak disabilitas merupakan kemampuan anak untuk melakukan tugas rumah tangga meliputi kebutuhan pribadi maupun kebutuhan keluarga. Kemandirian anak disabilitas bisa tercapai dengan adanya keterlibatan orang tua dalam mengasuh dan melatih anak agar mencapai kemandirian. Kemandirian anak disabilitas berkaitan dengan responsivitas pengasuh utama. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki fokus meneliti self-compassion ibu, dukungan sosial yang diterima ibu, penerapan gaya pengasuhan dan interaksi ibu-anak terhadap kemandirian anak disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi karakteristik anak, karakteristik keluarga, self-compassion, dukungan sosial, gaya pengasuhan, interaksi ibu-anak dan kemandirian anak disabilitas; (2) mengidentifikasi perbedaan dari karakteristik anak, karakteristik keluarga, self-compassion, dukungan sosial, gaya pengasuhan, interaksi ibuanak dan kemandirian anak disabilitas; (3) mengidentifikasi hubungan karakteristik anak, karakteristik keluarga dengan self-compassion, dukungan sosial, gaya pengasuhan, interaksi ibu-anak dan kemandirian anak disabilitas; dan (4) mengidentifikasi pengaruh self-compassion, dukungan sosial, gaya pengasuhan, interaksi ibu-anak dan kemandirian anak disabilitas yang meliputi tunagrahita, ASD dan down syndrome. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan di Kota Bogor, Jawa Barat. Penentuan lokasi dan sampel penelitian dilakukan secara purposive dengan metode non-probability sampling. Sampel terdiri dari 155 ibu yang memiliki anak disabilitas dibawah 18 tahun terbagi menjadi tiga kelompok yaitu 64 ibu dengan anak tunagrahita, 52 ibu dengan anak ASD dan 39 ibu dengan anak down syndrome. Data dikumpulkan melalui wawancara secara langsung dan diolah melalui tahapan editing, cleaning, coding, entry, scoring, dan analyzing. Analisis menggunakan Microsoft Excel 2013, Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 25, dan Smart Partial Least Square (Smart-PLS). Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan analisis deskriptif, analisis analisis uji beda one way anova, analisis uji korelasi dan analisis uji pengaruh. Penelitian ini telah mendapatkan izin etik IPB dengan nomor SK 1463/IT3.KEPMSM-IPB/SK/2024. Hasil penelitian menunjukkan anak disabilitas terkategori anak usia 11,56 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, lebih dari setengah anak disabilitas secara keseluruhan merupakan laki-laki. Berdasarkan urutan kelahiran, hampir setengah dari seluruh anak pada ketiga kelompok disabilitas merupakan anak bungsu. Berdasarkan karakteristik keluarga menunjukkan mayoritas ibu dan ayah anak disabilitas berada pada kategori dewasa madya. Berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yang dicapai oleh ibu dan ayah pada ketiga kelompok disabilitas rata-rata adalah SMA. Mayoritas pasangan orang tua tergolong dalam pernikahan muda yang ditandai dengan usia pernikahan di bawah dua puluh lima tahun. Berdasarkan struktur keluarga, separuh dari seluruh keluarga reponden tergolong keluarga kecil dengan anggota kurang dari empat orang. Selain itu, rata-rata tingkat self-compassion, dukungan sosial, dan interaksi ibu-anak kelompok tunagrahita, ASD dan down syndrome terkategori sedang. Kemandirian anak disabilitas meliputi tunagrahita, ASD dan down syndrome terkategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan karakteristik keluarga meliputi usia ibu, usia ayah, status pekerjaan ayah, lama menikah, besar keluarga dan jenis kelamin anak. Terdapat perbedaan signifikan pada variabel Selfcompassion diantara ibu yang memiliki anak disabilitas meliputi tunagrahita, ASD dan down syndrome. Terdapat perbedaan signifikan pada lima dari enam dimensi self-compassion, yaitu self-kindness, mindfulness, self-judgement, isolation, dan over identication. Hasil analisis korelasi menunjukkan pada kelompok tunagrahita, lama pendidikan ibu dan pendapatan keluarga menunjukkan hubungan dengan selfcompassion ibu. Pada kelompok ASD hanya lama pendidikan ibu yang berhubungan dengan self-compassion. Terdapat korelasi signifikan antara lama pendidikan dan pendapatan keluarga terhadap dukungan sosial pada kelompok tunagrahita. Pada interaksi ibu-anak terdapat korelasi yang signifikan pada usia anak kelompok down syndrome. Kemandirian anak tunagrahita menunjukkan adanya korelasi antara usia anak, usia ibu dan lama pernikahan orang tua. Pada anak down syndrome menunjukkan adanya korelasi signifikan antara usia anak dengan kemandirian anak down syndrome. Hasil analisis pengaruh langsung kelompok tunagrahita menunjukkan bahwa self-compassion, gaya pengasuhan, interaksi ibu-anak berpengaruh langsung positif signifikan terhadap kemandirian anak. Sedangkan dukungan sosial menunjukkan pengaruh negatif signifikan terhadap kemandirian anak. Pada kelompok ASD, self-compassion berpengaruh negatif terhadap kemandirian anak sedangkan dukungan sosial berpengaruh positif terhadap kemandirian anak. Analisis pengaruh kelompok keseluruhan menunjukkan adanya pengaruh langsung positif signifikan antara interaksi ibu-anak terhadap kemandirian anak disabilitas. Hasil analisis pengaruh tidak langsung menunjukkan pada kelompok tunagrahita, dukungan sosial terbukti berpengaruh terhadap kemandirian anak melalui self-compassion. Selain itu, gaya pengasuhan berpengaruh terhadap kemandirian anak dengan interaksi ibu-anak sebagai mediator. Pada kelompok ASD dan down syndrome tidak ditemukan adanya pengaruh tidak langsung yang signifikan antar variabel yang diteliti. Pada kelompok keseluruhan menunjukkan dua mediasi yang signifikan yaitu dukungan sosial mempengaruhi kemandirian anak melalui interaksi ibu-anak sebagai mediator. Gaya pengasuhan berpengaruh terhadap kemandirian anak dengan interaksi ibu-anak sebagai mediator.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172207
      Collections
      • MT - Human Ecology [2422]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository