View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Veterinary Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Veterinary Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Potensi Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) untuk Perbaikan Reproduksi Tikus Betina Pasca Injeksi Busulfan

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (2.737Mb)
      Fulltext (2.870Mb)
      Lampiran (2.536Mb)
      Date
      2026
      Author
      SULISTYANA, YANTI
      Ekastuti, Damiana Rita
      Mohamad, Kusdiantoro
      Prasetyaningtyas, Wahono Esthi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kanker merupakan penyebab kematian utama di dunia dan Indonesia. Busulfan, sebagai salah satu obat kemoterapi untuk kanker hematopoietik dapat mengganggu siklus reproduksi wanita dan menyebabkan kegagalan ovarium. Ciplukan (Physalis angulata L.) mengandung fitosteroid yang berpotensi menyeimbangkan homeostasis hormon reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekstrak daun ciplukan dalam perbaikan siklus reproduksi dan tingkat keberhasilan kebuntingan tikus betina setelah pemberian busulfan. Metode meliputi uji in vitro, in vivo, dan in silico. Uji in vitro mengukur aktivitas antioksidan, kandungan fitosteroid, total fenol, dan total flavonoid. Uji in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan, yaitu: kontrol, busulfan (dosis 300 mg/kgBB), ciplukan (dosis 40 mg/kgBB selama 28 hari), busulfan diikuti ciplukan (selang 14 hari), dan busulfan bersamaan ciplukan (bersamaan) untuk mengevaluasi perbaikan siklus reproduksi dan tingkat keberhasilan kebuntingan. Profiling metabolit menggunakan LC-HRMS dan analisis in silico menggunakan farmakologi jaringan dan penambatan molekuler untuk menganalisis mekanisme molekuler dari kandungan metabolit. Ekstrak ciplukan menunjukkan aktivitas antioksidan sedang, akibat peran kombinasi fitosteroid, fenolik, dan flavonoid. Pemberian ekstrak ciplukan in vivo dapat memperbaiki siklus estrus akibat kerusakan oleh busulfan, tetapi memiliki efek menurunkan tingkat keberhasilan kebuntingan seperti pada pemberian busulfan. Profiling metabolit menghasilkan 77 metabolit, dengan metabolit fitosteroid Physalin F berperan sebagai modulator hormonal, sedangkan flavonoid Albanol A dan Rutin berperan sebagai antioksidan. Physalin F menunjukkan sifat antagonis terhadap estrogen reseptor 1 (ESR1), sebaliknya Albanol A bersifat agonis ESR1. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun ciplukan memiliki mekanisme ganda yang mampu memperbaiki siklus reproduksi akibat busulfan tetapi menurunkan tingkat keberhasilan kebuntingan pada tikus betina.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172171
      Collections
      • MT - Veterinary Science [975]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository