| dc.description.abstract | Migrasi internasional merupakan fenomena kompleks yang melibatkan interaksi berbagai faktor struktural, ekonomi, sosial, dan budaya. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada individu migran selama berada di luar negeri, tetapi juga memengaruhi kondisi sosial-ekonomi mereka setelah kembali ke daerah asal. Salah satu kelompok yang terdampak adalah Perempuan Purna Pekerja Migran, yang menghadapi berbagai tantangan dalam membangun kembali kehidupan mereka, terutama dalam konteks strategi penghidupan dan ketahanan keluarga. Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis bagaimana ketahanan keluarga perempuan purna pekerja migran; (2) mengidentifikasi ragam strategi penghidupan perempuan purna pekerja migran; (3) menganalisis pengaruh perubahan strategi penghidupan perempuan purna pekerja migran terhadap ketahanan keluarga.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dukungan data kualitatif dalam kerangka paradigma postpositivisme. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui survei, sedangkan pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap beberapa responden dan informan. Penentuan sampel dilakukan melalui dua tahap: purposive sampling dan simple random sampling untuk memilih 80 responden rumah tangga. Instrumen penelitian menggunakan Walsh Family Resilience Questionnaire (WFRQ) yang telah diadaptasi, kuesioner strategi penghidupan, dan kuesioner penguasaan aset penghidupan rumah tangga. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan wawancara mendalam, sedangkan data sekunder berasal dari literatur dan dokumen resmi. Analisis data dilakukan dengan Microsoft Excel untuk mengukur penguasaan aset penghidupan rumah tangga, serta SmartPLS 4.0 dengan metode SEM-PLS untuk menguji pengaruh strategi penghidupan terhadap ketahanan keluarga purna pekerja migran perempuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ketahanan keluarga rumah tangga di Desa Kenanga berada pada kategori tinggi, berdasarkan hasil penilaian skor kuesioner ketahanan keluarga yang mengacu pada kerangka Walsh; (2) strategi penghidupan perempuan purna pekerja migran beragam, meliputi wirausaha, pekerjaan formal, dan perdagangan, dengan penguasaan aset rumah tangga dipengaruhi oleh tingkat sosial ekonomi; (3) strategi penghidupan berorientasi pendapatan tidak berpengaruh signifikan terhadap ketahanan keluarga, sedangkan kualitas komunikasi antaranggota keluarga menjadi faktor kunci. Dari 80 responden, 15 di antaranya bercerai, namun status perceraian tidak berpengaruh langsung terhadap ketahanan keluarga. Faktor lain, seperti dukungan sosial, strategi penghidupan, dan pengelolaan sumber daya rumah tangga, memiliki kontribusi lebih dominan terhadap ketahanan keluarga. | |