View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Multidiciplinary Program
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Multidiciplinary Program
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Integrasi Traditional Ecological Knowledge dan Manajemen Risiko dalam Pemanenan Madu Hutan Tradisional di Buloh Seuma, Aceh Selatan

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (697.2Kb)
      Fulltext (1.630Mb)
      Lampiran (1.145Mb)
      Date
      2026
      Author
      Faluthi, Syahlan
      Sunkar, Arzyana
      Yovi, Efi Yuliati
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pemanenan madu hutan di Kemukiman Buloh Seuma, Aceh Selatan, merupakan praktik turun-temurun yang sarat nilai sosial, ekologis, dan ekonomi, namun hingga kini belum terdokumentasi secara sistematis. Ketiadaan dokumentasi menyebabkan Traditional Ecological Knowledge (TEK) rentan mengalami degradasi, sekaligus membatasi penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan. Pemanenan dilakukan secara manual pada malam hari tanpa peralatan keselamatan, serta berada di dalam Suaka Margasatwa Rawa Singkil yang menjadi habitat predator seperti harimau sumatera dan buaya rawa, sehingga menambah kompleksitas risiko sosial dan ekologis. Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan TEK dan tahapan pemanenan madu hutan tradisional, mengidentifikasi dimensi sosial, ekologis, dan ekonomi yang membentuk keberlanjutan praktik pemanenan, serta menilai tingkat risiko menggunakan kerangka manajemen risiko AS/NZS 4360. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh narasumber kunci yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling, wawancara berstruktur dengan kuesioner terhadap 20 responden yang dipilih secara accidental sampling, observasi lapangan, serta studi literatur sebagai triangulasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui tabulasi, matriks, dan interpretasi naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pemanenan bersifat kolektif, dengan pawang sebagai otoritas pengetahuan yang mengatur teknik, etika, dan ritual pemanenan. Tahapan pemanenan mencakup survei sarang, pelaksanaan ritual khanduri dan peusijuek, pemanjatan pohon menggunakan peralatan tradisional, hingga pembagian hasil panen. Penilaian keberlanjutan menunjukkan dominasi dimensi sosial (50%), diikuti ekologi (27%) dan ekonomi (23%). Hal ini mengindikasikan bahwa praktik pemanenan lebih ditopang oleh nilai sosial-budaya dan norma ekologis lokal dibandingkan orientasi ekonomi murni. Meskipun demikian, tidak adanya intervensi kelembagaan membuat penerapan prinsip keberlanjutan belum konsisten, terutama terkait pengambilan sarang yang berpotensi mengganggu keberlanjutan koloni. Dari aspek keselamatan kerja, praktik pemanenan memiliki tingkat kesesuaian 74% terhadap standar keselamatan sektor kehutanan. Celah keselamatan masih terlihat pada ketiadaan alat pelindung diri, kurangnya pencahayaan saat panen malam hari, terbatasnya akses ke fasilitas kesehatan, serta tidak adanya kemampuan pertolongan pertama. Penelitian ini mengidentifikasi 15 sumber bahaya yang berpotensi menimbulkan 13 insiden, dengan risiko tertinggi berupa sengatan lebah dan terjatuh dari pohon. Upaya mitigasi umumnya dilakukan melalui doa dan ritual adat sebagai bentuk penguatan psikologis dan spiritual bagi pemanen. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendokumentasian TEK secara sistematis dan integrasinya dengan pendekatan manajemen risiko serta kebijakan konservasi untuk memastikan keberlanjutan praktik tradisional. Pengembangan model kolaboratif antara masyarakat dan pengelola kawasan konservasi menjadi kunci untuk menjaga kelestarian tradisi dan ekosistem Rawa Singkil. Peningkatan keselamatan kerja perlu dilakukan tanpa meniadakan nilai budaya, sehingga pemanenan madu hutan tradisional dapat berkembang sebagai model pengelolaan sumber daya hutan berbasis masyarakat yang aman, adaptif, dan sejalan dengan kebijakan konservasi Indonesia.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172057
      Collections
      • MT - Multidiciplinary Program [1951]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository