Penilaian Dampak Sosio-Ekologis Dalam Mitigasi Konflik Manusia- Gajah Sumatera di Bentang Alam Bukit Tigapuluh
Abstract
Konflik manusia-gajah sumatera (KMG) merupakan interaksi negatif yang
berdampak secara sosial dan ekologis. Di Bentang Alam Bukit Tigapuluh (BABT)
Provinsi Jambi, KMG terjadi karena pergerakan gajah untuk mencari pakan
alternatif di Area Penggunaan Lain (APL) akibat terjadinya perambahan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan stakeholder dalam
upaya mitigasi KMG serta mengidentifikasi dampak sosial dan ekologi dari KMG.
Pendekatan dan metode penelitian menggunakan wawancara. Hasil penelitian
menunjukkan adanya lima stakeholder yang berperan kunci (Key Player) dan dua
stakeholder lainnya berperan sebagai Subjek. Penelitian ini juga menemukan bahwa
terdapat tingkat penerimaan, toleransi, dan kesadaran masyarakat yang cukup tinggi
dalam menghadapi kondisi KMG, walaupun mereka menghadapi tekanan
psikologis dan gangguan pada aktivitas sosial-ekonominya. Hal ini mencerminkan
bahwa meskipun konflik menimbulkan kerugian, masyarakat tetap berupaya
beradaptasi dengan situasi KMG sehingga perlu didukung oleh intervensi kebijakan
mitigasi KMG secara tepat serta peran aktif berbagai stakeholder.
