Show simple item record

dc.contributor.advisorLidya, Leni
dc.contributor.authorIvana, Angela
dc.date.accessioned2026-01-08T06:30:05Z
dc.date.available2026-01-08T06:30:05Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172011
dc.description.abstractAngka permintaan selada terus mengalami peningkatan seiring dengan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat serta berkembangnya sektor industri kuliner yang menggunakan selada sebagai bahan utama sajian makanan. Sebagai produsen produk selada, Bertani Agro Farm berkomitmen untuk menghasilkan produk selada yang berkualitas tinggi. Penerapan Good Agriculture Practice (GAP) berperan penting dalam menjaga kualitas hasil panen melalui pengelolaan budidaya yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan pada kualitas selada dan melihat kesesuaian proses produksi yang dilakukan perusahaan dengan standar GAP. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah diagram fishbone, house of risk, diagram pareto dan analisis R/C ratio untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan setelah penerapan GAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab utama kerusakan tanaman selada adalah monitoring yang tidak dilakukan secara intensif dengan nilai ARP sebesar 1008. Tindakan pengendalian yang diprioritaskan adalah pembuatan jadwal monitoring dengan nilai ETD sebesar 3024. Analisis R/C ratio menunjukkan angka peningkatan dari 2,38 menjadi 3,11, yang menandakan terjadinya peningkatan pendapatan setelah menerapkan GAP.
dc.description.abstractThe demand for lettuce continues to increase in line with public awareness of healthy lifestyles and the growth of the culinary industry, which uses lettuce as a key ingredient in food preparations. As a lettuce producer, Bertani Agro Farm is committed to producing high-quality lettuce. The implementation of Good Agricultural Practices (GAP) plays an important role in maintaining crop quality through good cultivation management. This study aims to identify problems in lettuce quality and examine the suitability of the company's production processes with GAP standards. The analysis methods used in this study are fishbone diagrams, house of risk diagrams, Pareto diagrams, and R/C ratio analysis to determine the company's financial condition after the implementation of GAP. The results of the study show that the main factor causing damage to lettuce plants is the lack of intensive monitoring, with an ARP value of 1008. The priority control action is to create a monitoring schedule, with an ETD value of 3024. The R/C ratio analysis shows an increase from 2.38 to 3.11, indicating an increase in income after implementing GAP.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePenerapan Good Agriculture Practice (GAP) untuk Meningkatkan Kualitas Selada Hidroponik pada Bertani Agro Farmid
dc.title.alternativeImplementation of Good Agricultural Practices (GAP) to Improve the Quality of Hydroponic Lettuce at Bertani Agro Farm
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordfishboneid
dc.subject.keywordGood Agriculture Practiceid
dc.subject.keywordhidroponikid
dc.subject.keywordhydroponicid
dc.subject.keywordseladaid
dc.subject.keywordlettuceid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record