Show simple item record

dc.contributor.advisorSunkar, Arzyana
dc.contributor.advisorKusrini, Mirza Dikari
dc.contributor.authorSuherman
dc.date.accessioned2026-01-06T12:12:44Z
dc.date.available2026-01-06T12:12:44Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171985
dc.description.abstractPemanfaatan penyu di Pulau Enggano berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian integral dari pengetahuan serta praktik budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pemanfaatan penyu di Pulau Enggano dari aspek sosial, budaya, dan ekonomi, serta mendeskripsikan pemahaman dan pemaknaan penyu bagi masyarakat. Pendekatan fenomenologis digunakan untuk menggali pengalaman dan persepsi masyarakat melalui metode kualitatif berupa wawancara mendalam dan semi-terstruktur, elisitasi foto, dan observasi partisipatif. Pemanfaatan penyu di Enggano berfungsi sebagai konsumsi dalam ritual adat, bahan cenderamata dan simbol perdamaian. Tiga spesies utama yang dimanfaatkan adalah penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Upaya konservasi yang dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu berupa pembatasan jumlah penyu dalam ritual belum berjalan efektif karena kurangnya pengawasan dan keterlibatan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman ekologis masyarakat masih terbatas, dan pelestarian penyu di Enggano perlu dilakukan melalui pendekatan budaya dan kolaboratif antara masyarakat adat dan lembaga konservasi.
dc.description.abstractThe use of turtles on Enggano Island has been a longstanding practice, integral to the community's knowledge and cultural traditions. This purpose of this study is to examine the various forms of turtle utilisation on Enggano Island through social, cultural, and economic perspectives, and elucidate the local population's understanding and interpretation of turtles. A phenomenological approach was utilised to investigate the community's experiences and perceptions using qualitative methods such as in-depth and semi-structured interviews, photo elicitation, and participatory observation. The use of turtles in Enggano functions as a food source in traditional rituals, provides materials for handicrafts, and serves as a symbol of peace. The primary species used were green turtle (Chelonia mydas), olive ridley turtle (Lepidochelys olivacea), and hawksbill turtle (Eretmochelys imbricata). Conservation initiatives implemented by the Bengkulu Natural Resources Conservation Agency (BKSDA), such as restricting number of turtles utilised in rituals, have proven ineffective due to inadequate community engagement. This study suggests that turtle conservation on Enggano Island should involve indigenous and local communities and conservation agencies in culturally informed and collaborative ways.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKajian Fenomenologis Pemanfaatan dan Pemahaman Mengenai Penyu di Pulau Engganoid
dc.title.alternativePhenomenological Study of the Utilization and Understanding of Turtles on Enggano Island
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordEngganoid
dc.subject.keywordpengetahuan ekologi tradisionalid
dc.subject.keywordpenyu hijauid
dc.subject.keywordpenyu sisikid
dc.subject.keywordbudayaid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record