Analisis Pengelolaan Limbah Pertanian Integrasi Tanaman Pangan Dan Ternak Yang Berkelanjutan Di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang
Date
2026Author
Santoso, Vidya Damayanti
Hariyadi
Falatehan, A. Faroby
Metadata
Show full item recordAbstract
Integrasi antara tanaman dan ternak merupakan salah satu upaya yang dapat mengoptimalkan potensi sumberdaya lokal. Keberhasilan implementasi sistem pertanian berkelanjutan ditentukan oleh berbagai faktor kompleks yang saling berinteraksi. Pengelolaan limbah padat terintegrasi dan berkelanjutan mencakup berbagai elemen kunci keberlanjutan untuk memastikan keberhasilan pengelolaan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem pengelolaan limbah pertanian integrasi tanaman ternak yang ada di Kecamatan Dau Kabupaten Malang; mengetahui besaran potensi ketersediaan dan daya dukung limbah tanaman pangan padi dan jagung sebagai pakan ternak; mengetahui besaran potensi ketersediaan dan daya dukung limbah kotoran ternak sebagai pupuk organik serta mengidentifikasi variabel-variabel kunci keberhasilan pengelolaan limbah pertanian integrasi tanaman pangan dan ternak menggunakan metode MICMAC sehingga dapat menjadi landasan untuk penyusunan rekomendasi strategis untuk pengembangan sistem pertanian berkelanjutan.
Hasil penelitian menunjukkan sistem pengelolaan limbah pertanian belum berjalan secara sistematis dan menyeluruh. Daya dukung limbah tanaman pangan berupa padi dan jagung menunjukkan kondisi defisit pakan, dimana jerami padi sebesar 43,75 Satuan Ternak (ST) dan jerami jagung sebesar 45,39 ST dengan populasi ternak sapi sebanyak 622,3 ST, nilai Indeks Daya Dukung sebesar 0,063 dengan status sangat kritis. Nilai ini menunjukkan bahwa ketersediaan jerami padi hanya mampu memenuhi 6,3% dari kebutuhan pakan populasi ternak yang ada. Analisis daya dukung pupuk organik menunjukkan daya dukung yang baik dengan rasio sebesar 5,07 ton/ha sehingga berpotensi dapat mengurangi kebutuhan dan ketergantungan terhadap pupuk anorganik.
Hasil analisis MICMAC terhadap faktor-faktor keberhasilan pengelolaan limbah pertanian integrasi tanaman dan ternak, menunjukkan regulasi dan kebijakan pemerintah menjadi faktor kunci paling dominan yang memiliki pengaruh tinggi namun ketergantungan rendah terhadap variabel lainnya. Efisiensi penggunaan lahan dan kualitas lingkungan sebagai variabel perantara yang berperan strategis. Lima variabel hasil yaitu keberadaan kelompok tani, teknologi pengelolaan limbah, biaya operasional, partisipasi masyarakat, dan pendapatan masyarakat menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap perubahan pada variabel penggerak dan perantara.
Analisis SWOT menunjukkan strategi berada pada Kuadran I yaitu Strategi Agresif. Strategi ini menunjukkan strategi yang memanfaatkan peluang dan kekuatan yang ada. Strategi yang dapat dilakukan adalah mengembangkan dan meningkatkan kapasitas fasilitas (biogas/kompos) dengan memanfaatkan dukungan pendanaan dari pemerintah dan menggunakan kelembagaan sebagai motor penggerak untuk sinergi stakeholder dan penetrasi potensi pasar produk turunan limbah
