Show simple item record

dc.contributor.advisorKhomsan, Ali
dc.contributor.advisorDewi, Mira
dc.contributor.advisorMarliyati, Sri Anna
dc.contributor.advisorLatifah, Melly
dc.contributor.authorShagti, Indhira
dc.date.accessioned2026-01-05T06:31:39Z
dc.date.available2026-01-05T06:31:39Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171952
dc.description.abstractIndonesia masih menghadapi permasalahan gizi kompleks berupa triple burden of malnutrition, salah satunya adalah wasting pada balita. Wasting terjadi ketika anak memiliki berat badan menurut tinggi badan jauh di bawah standar indikator z-score BB/TB, dengan kategori kurus (-3SD s.d -2SD) dan sangat kurus (-3SD). Kondisi ini menunjukkan kekurangan gizi akut yang dapat menyebabkan penurunan berat badan drastis, gangguan pertumbuhan, rendahnya daya tahan tubuh serta meningkatkan risiko kematian (Rah et al. 2021; UNICEF 2025). Data SSGI 2024 menunjukkan prevalensi wasting nasional sebesar 6,2%, dengan angka tertinggi di Nusa Tenggara Timur (12,3%) dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (11,5%) (Kementerian Kesehatan RI 2025). Faktor risiko wasting di wilayah ini diperparah oleh tingginya prevalensi BBLR dan PBLR, riwayat infeksi, rendahnya pendapatan serta lingkungan pengasuhan yang kurang mendukung. Selama ini tata laksana gizi buruk di Indonesia dilakukan di RSUD atau Puskesmas menggunakan F-75 pada fase stabilisasi dan F-100 pada fase rehabilitasi. Ready to Use Therapeutic Food (RUTF) yang direkomendasikan UNICEF juga telah digunakan untuk balita dengan masalah gizi akut tanpa komplikasi (Miele dan Scholer 2018). Beberapa penelitian internasional membuktikan efektifitas RUTF dalam meningkatkan status gizi, namun intervensi ini belum menyelesaikan masalah keterlambatan perkembangan kognitif dan motorik. Sebaliknya, stimulasi psikososial terbukti meningkatkan perkembangan anak (Walker et al. 2006; Grantham-McGregor et al. 2007), tetapi tidak memperbaiki status gizi jika dilakukan tanpa dukungan zat gizi. Oleh karena itu, terdapat kesenjangan penelitian terkait efektifitas kombinasi intervensi gizi dan stimulasi psikososial pada balita wasting, terutama di wilayah dengan prevalensi tinggi seperti NTT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak intervensi Bregas Nutriroll RUTF dan stimulasi psikososial terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita Wasting di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bregas Nutriroll RUTF merupakan inovasi pangan lokal berbentuk wafer roll dengan densitas energi tinggi yang dikembangkan oleh IPB dan di produksi oleh PT Java Indo Sejahtera. Produk ini sebelumnya terbukti dapat diterima anak dan meningkatkan berat badan balita SAM (Rimbawan et al. 2022). Penelitian ini dilakukan Agustus 2023-Februari 2024 di wilayah Puskesmas Panite dan Kualin, Kabupaten TTS. Desain penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu studi pendahuluan dengan cross-sectional survey pada 110 balita usia 12-59 bulan untuk mengidentifikasi faktor risiko wasting dan perkembangan, serta studi intervensi dengan cluster randomized controlled trial (Cluster RCT) yang membandingkan tiga kelompok, yaitu kontrol (F-100), intervensi RUTF dan kombinasi RUTF+SP (BKB). Intervensi berlangsung 8 minggu dan dilakukan follow up pada 16 minggu setelah intervensi. Hasil studi pendahuluan menunjukkan ada beberapa faktor yang memengaruhi status gizi dan perkembangan balita. Wasting dipengaruhi oleh ASI eksklusif, pendapatan per kapita, riwayat ISPA, IMD, pengasuhan dan perkembangan anak. Faktor-faktor tersebut menyumbang 36,1% variasi wasting. Stunting terutama dipengaruhi oleh riwayat ISPA, pengeluaran perkapita dan perkembangan anak dengan kontribusi sebesar 7,5%. Underweight dipengaruhi oleh riwayat TBC, faktor lingkungan dan ASI eksklusif dengan kontribusi sebesar 13,8%. Perkembangan anak sendiri dipengaruhi oleh riwayat ISPA, faktor lingkungan dan ASI Eksklusif dengan kontribusi sebesar 11%. Temuan ini menegaskan bahwa faktor biologis dan lingkungan pengasuhan berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan balita. Hasil studi intervensi menunjukkan bahwa Bregas Nutriroll RUTF dengan dan tanpa kombinasi stimulasi psikososial, secara signifikan meningkatkan asupan zat gizi makro (energi, protein dan lemak) dan zat gizi mikro (kalsium, besi, vitamin A dan vitamin C) balita, yang penting untuk pemulihan zat gizi akut. Namun terjadi penurunan asupan zat gizi fase follow-up pada semua kelompok menekankan perlunya intervensi gizi berkelanjutan. Dari aspek pertumbuhan, semua kelompok menunjukkan perbaikan status gizi (WAZ, WHZ, LiLA) namun kelompok kombinasi RUTF+SP mengalami peningkatan paling signifikan. WHZ meningkat di semua kelompok, menunjukkan efektifitas RUTF dalam menangani masalah gizi akut, tetapi perbaikan jangka panjang (WAZ, HAZ) lebih menonjol pada kelompok kombinasi, menunjukkan efek stuimulasi psikososial terhadap pemulihan yang keberlanjutan. Pada aspek pengasuhan (HOME), kelompok RUTF+SP menunjukkan peningkatan signifikan dalam responsivitas orang tua (tanggap rasa-kata) dari awal hingga akhir intervensi dan tetap tinggi pada follow-up, sementara kelompok kontrol dan RUTF mengalami peningkatan lebih terbatas. Berdasarkan aspek perkembangan (KPSP), kelompok kombinasi RUTF+SP mengalami peningkatan anak dengan perkembangan normal dari 63,2% (awal) menjadi 89,5% (follow-up, p=0,009). Kelompok RUTF meningkat pada akhir intervensi namun menurun kembali saat follow-up, sedangkan kelompok kontrol justru mengalami penurunan diakhir intervensi meski sedikit pulih pada follow-up. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi gizi saja tidak cukup untuk mendukung perkembangan anak, dan stimulasi psikososial memberi efek tambahan yang signifikan. Penelitian ini secara keseluruhan, membuktikan bahwa Bregas Nutriroll RUTF efektif memperbaiki status gizi balita wasting, tetapi dampak yang lebih komprehensif tercapai bila dikombinasikan dengan stimulasi psikososial. Intervensi kombinasi tidak hanya mempercepat pemulihan fisik, tetapi juga memperbaiki kualitas pengasuhan, meningkatkan fungsi kognitif, serta mendukung perkembangan motorik anak secara lebih optimal dan berkelanjutan. Temuan ini menjadi dasar bagi program intervensi gizi di daerah prevalensi tinggi untuk mengadopsi strategi terpadu yang menggabungkan inovasi pangan lokal (RUTF) dengan edukasi pengasuhan (BKB), sehingga pemulihan balita wasting tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan kapasitas generasi mendatang. Kata kunci: Balita, masalah gizi, pertumbuhan, perkembangan, stimulasi.
dc.description.abstractIndonesia still faces complex nutritional problems in the form of the triple burden of malnutrition, one of which is wasting in toddlers. Wasting occurs when a child's weight-for-height is far below the standard Z-score BB/TB indicator, with categories of thin (-3SD to -2SD) and very thin (-3SD). This condition indicates acute malnutrition, which can lead to drastic weight loss, growth disorders, low immunity, and an increased risk of death (Rah et al. 2021; UNICEF 2025). SSGI 2024 data shows a national wasting prevalence of 6.2%, with the highest rates in East Nusa Tenggara (12.3%) and South Central Timor Regency (11.5%) (Indonesian Ministry of Health 2025). Risk factors for wasting in this region are exacerbated by the high prevalence of LBW and SGA, history of infection, low income, and an unsupportive caregiving environment. Until now, malnutrition management in Indonesia has been carried out in regional public hospitals or community health centers using F-75 during the stabilization phase and F-100 during the rehabilitation phase. Ready-to-use Therapeutic Food (RUTF), recommended by UNICEF, has also been used for toddlers with acute malnutrition without complications (Miele and Scholer, 2018). Several international studies have demonstrated the effectiveness of RUTF in improving nutritional status; however, this intervention has not resolved the issue of delayed cognitive and motor development. Conversely, psychosocial stimulation has been shown to improve child development (Walker et al., 2006; Grantham-McGregor et al., 2007), but it does not enhance nutritional status if implemented without nutritional support. Therefore, there is a research gap regarding the effectiveness of combining nutritional interventions and psychosocial stimulation in wasting toddlers, especially in areas with high prevalence, such as NTT. This study aims to analyze the impact of the Bregas Nutriroll RUTF intervention and psychosocial stimulation on the growth and development of toddlers with wasting in South Central Timor Regency (TTS), East Nusa Tenggara Province (NTT). Bregas Nutriroll RUTF is a local food innovation in the form of a wafer roll with high energy density, developed by IPB and produced by PT Java Indo Sejahtera. This product has previously been proven acceptable to children and has been shown to increase the weight of SAM toddlers (Rimbawan et al., 2022). This study was conducted from August 2023 to February 2024 in the Panite and Kualin Health Center areas, TTS District. The research design consisted of two stages, namely a preliminary study with a cross-sectional survey of 110 toddlers aged 12-59 months to identify risk factors for wasting and development, and an intervention study with a Cluster Randomized Controlled Trial (RCT) comparing three groups, namely control (F-100), RUTF intervention, and RUTF + psychosocial stimulation (BKB) combination. The intervention lasted 8 weeks, and follow-up data collection was conducted 16 weeks after the intervention. Preliminary study results indicate that wasting is influenced by exclusive breastfeeding, per capita income, history of acute respiratory infections, IMD, childcare and child development contributing to (36.1%) of the variation in wasting, while stunting is influenced by history of ARI, per capita expenditure, and child development (7.5%), underweight by history of tuberculosis, environmental factors, and exclusive breastfeeding (13.8%), and development by history of ARI, environmental factors, and exclusive breastfeeding (11%). The results of the intervention study show that the Bregas Nutriroll RUTF intervention, with and without psychosocial stimulation, significantly increased the intake of macro nutrients (energy, protein, and fat) and micro nutrients (calcium, iron, vitamin A, and vitamin C) in toddlers, which are important for acute nutritional recovery. However, there was a decrease in nutrient intake during the follow-up phase in all groups, emphasizing the need for sustained nutritional intervention. In terms of growth, all groups showed improvement in nutritional status (WAZ, WHZ, LiLA), but the RUTF+PS combination group experienced the most significant improvement. WHZ increased in all groups, indicating the effectiveness of RUTF in treating acute malnutrition. However, long-term improvement (WAZ, HAZ) was more pronounced in the combination group, suggesting a psychosocial stimulation effect on sustainable recovery. In terms of parenting (HOME), the RUTF+SP group showed a significant increase in parental responsiveness (emotional responsiveness) from baseline to the end of the intervention, which remained high at follow-up. In contrast, the control and RUTF groups experienced more limited increases. In terms of development (KPSP), the RUTF+SP combination group showed an increase in children with normal development, from 63.2% (initial) to 89.5% (follow-up, p = 0.009). The RUTF group increased at the end of the intervention but declined again at follow-up, while the control group actually declined at the end of the intervention, although it recovered slightly at follow-up. These results suggest that nutritional intervention alone is insufficient to support child development, and that psychosocial stimulation has a significant additional effect. Overall, this study demonstrates that Bregas Nutriroll RUTF is effective in improving the nutritional status of wasted toddlers; however, a more comprehensive impact is achieved when combined with psychosocial stimulation. The combined intervention not only accelerates physical recovery but also improves the quality of care, enhances cognitive function, and supports children's motor development in a more optimal and sustainable manner. These findings form the basis for nutrition intervention programs in high-prevalence areas to adopt an integrated strategy that combines local food innovations (RUTF) with caregiving education (BKB), ensuring not only short-term recovery of wasting infants but also long-term improvements in the quality of life and capacity of future generations. Keywords: Development, growth, malnutrition, stimulation, toddlers.
dc.description.sponsorshipKementrian Kesehatan RI
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEfektivitas Bregas Nutriroll dan Stimulasi Psikososial terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Balita Wastingid
dc.title.alternativeThe Effectiveness of Bregas Nutriroll Intervention and Psychosocial Stimulation on the Growth and Development of Wasting Toddlers
dc.typeDisertasi
dc.subject.keywordBalitaid
dc.subject.keywordMasalah giziid
dc.subject.keywordPertumbuhanid
dc.subject.keywordPerkembanganid
dc.subject.keywordstimulasi psokososialid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record