Faktor Risiko Kejadian Stunting dan Hubungannya dengan Perkembangan Anak Usia 6-23 Bulan pada Keluarga Nelayan Kabupaten Brebes
Abstract
Wilayah pesisir memiliki potensi sumber daya laut yang besar, namun kesejahteraan masyarakat nelayan masih rendah sehingga berkontribusi pada tingginya prevalensi stunting. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko stunting dan hubungannya dengan perkembangan anak usia 6–23 bulan pada keluarga nelayan di Kabupaten Brebes. Penelitian observasional dengan desain case control dilakukan pada April–Mei 2025 di Kecamatan Bulakamba, melibatkan 132 anak (44 stunting dan 88 normal). Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, pengukuran antropometri, penilaian perkembangan menggunakan KPSP, serta stimulasi psikososial dengan HOME Inventory. Analisis dilakukan menggunakan uji bivariat dan regresi logistik berganda. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan pada panjang dan berat badan, panjang badan lahir, kecukupan energi dan protein, riwayat TB paru, akses pelayanan kesehatan, informasi gizi ibu, serta tinggi badan ibu antara kelompok stunting dan normal (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat TB paru (OR=9,622), kecukupan energi =89% AKG (OR=8,120), berat badan lahir <2500 g (OR=5,133), panjang badan lahir <48 cm (OR=4,105), dan usia 12–23 bulan (OR=2,919) merupakan faktor risiko signifikan stunting. Stunting juga berhubungan bermakna dengan perkembangan motorik kasar dan halus serta kategori KPSP (p<0,001). Kesimpulannya, stunting pada keluarga nelayan di Kabupaten Brebes dipengaruhi oleh faktor gizi, infeksi, dan kondisi sejak lahir, serta berdampak nyata pada perkembangan anak. Intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak sejak dini sangat diperlukan untuk mencegah stunting dan dampak jangka panjangnya.
Collections
- MT - Human Ecology [2407]
