Show simple item record

dc.contributor.advisorAndarwulan, Nuri
dc.contributor.advisorFaridah, Didah Nur
dc.contributor.advisorHunaefi, Dase
dc.contributor.advisorMuhandri, Tjahja
dc.contributor.authorMujdalipah, Siti
dc.date.accessioned2025-12-30T08:43:47Z
dc.date.available2025-12-30T08:43:47Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171899
dc.description.abstractWalang (Etlingera cf. walang (Blume) R.M.Sm) adalah salah satu anggota keluarga Zingiberaceae. Tanaman Walang tersebar terutama di daerah Kecamatan Pabuaran, Padarincang, Mancak, Gunung Sari, dan Baros, Kabupaten Serang, Banten. Tanaman ini digunakan sebagai pemberi citarasa khas pada hidangan tradisional masyarakat Kabupaten Serang seperti angeun lada, pepes tahu, pepes ikan, dan pepes ayam. Proses pengeringan digunakan untuk membuat produk rempah yang lebih stabil dengan mengurangi kadar air yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan perubahan kimia selama penyimpanan. Banyak penelitian telah melaporkan perubahan senyawa volatil dalam bahan aromatik selama pengeringan. Tujuan penelitian ini yaitu 1) menentukan laju pengeringan, model pengeringan, dan model isotermis sorpsi air daun walang (Etlingera cf. walang (Blume) R.M.Sm) pada metode pengeringan berbeda (pengeringan dengan sinar matahari-SD, pengeringan matahari yang dilengkapi dengan kipas angin-SDF, pengeringan dengan udara-AD, dan fluidized bed drying-FBD), 2) menganalisis korelasi aw dengan kadar air, warna, kandungan total fenolik (TP), dan aktivitas antioksidan (AA) daun walang yang dikeringkan dengan berbagai metode (SD, SDF, AD, dan FBD), 3) menentukan perbedaan sifat fisik (kadar air, akivitas air, warna) dan sifat kimia (komponen fenolik secara kualitatif, profil senyawa volatil, profil senyawa non-volatil, profil asam amino, proksimat, kandungan total fenolik, dan kandungan total flavonoid) daun walang yang dikeringkan pada metode pengeringan berbeda (SD, SDF, AD, FBD, dan freeze drying-FD), 4) melakukan karakterisasi sensori (aroma dan cita rasa) daun walang (Etlingera cf. walang (Blume) R.M.Sm) yang dikeringkan dengan berbagai metode (SD, SDF, AD, FBD, dan FD), 5) mengevaluasi adanya senyawa yang berkorelasi dengan profil aroma secara sensori dengan profil kimia yang teridentifikasi dengan GC-MS pada daun walang yang dikeringkan dengan berbagai metode (SD, SDF, AD, FBD, dan FD) yang dapat dijadikan sebagai pembeda antar metode pengeringan, dan 6) mengevaluasi adanya senyawa yang berkorelasi dengan profil cita rasa secara sensori dengan profil kimia yang teridentifikasi dengan LC-MS/MS pada daun walang yang dikeringkan dengan berbagai metode (SD, SDF, AD, FBD, dan FD) yang dapat dijadikan sebagai pembeda antar metode pengeringan. Daun walang yang digunakan diperoleh dari kebun petani di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten. Tahapan penelitian terbagi menjadi 3 tahap. Tahap pertama yaitu penentuan laju dan model pengeringan, model kurva desorpsi isotermis, serta bagaimana hubungan aw terhadap kadar air, warna, kandungan total fenolik (TP), dan aktivitas antioksidan (AA) pada daun walang setelah melalui perlakuan SD, SDF, AD, dan FBD. Tahap kedua yaitu analisis kandungan total flavonoid (TF), perbedaan senyawa volatil, non-volatil, profil asam amino, komponen fenolik, dan proksimat produk akhir daun walang kering hasil yang dikeringkan melalui metode pengeringan berbeda (SD, SDF, FBD, AD, dan FD). Tahap ketiga yaitu karakterisasi sensori daun walang menggunakan metode quantitative descriptive analysis (QDA). Metode pengeringan berpengaruh nyata terhadap aktivitas air, nilai L*, a*, b*, ?E, TP, TF, kandungan asam amino arginin dan histidin, kadar abu, protein kasar, lemak, karbohidrat, nilai atribut aroma (green, floral, mint, spicy, turmeric like, lemongrass-like, kaffir lime-like, galangal like), dan atribut rasa sepat daun walang. Model Wang dan Singh memberikan hasil terbaik untuk mendeskripsikan sifat pengeringan daun walang. Kurva desorpsi isotermis untuk SDF dan AD paling sesuai dengan model Hasley, dan SD dan FBD mengikuti model Oswin dan GAB. Kadar air untuk semua sampel turun tajam di zona III (0,7412 – 0,8896). Sementara ada kenaikan pada ?E, a*, L* (0,9579 – 0,9738), dan TP (0,7646 – 0,9375), nilai b* dan kroma (0,9579 – 0,9738) menurun tajam di zona III. Total kandungan fenolik lebih tinggi pada sampel kering dibandingkan pada daun segar, tetapi efek sebaliknya ditemukan untuk aktivitas antioksidan. Berdasarkan uji Dunnet, hanya TP, L* dan ?E yang berbeda secara signifikan dari daun yang dikeringkan dengan FD (p<0,05). Adanya penurunan yang nyata kadar TP dan TF. Sampel SD dan FBD menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan untuk kadar TP dan TF, dengan nilai-nilai menunjukkan yang tertinggi kedua setelah sampel FD. Sampel yang dikeringkan pada suhu yang lebih tinggi dari FD menunjukkan kandungan asam amino arginin dan histidine yang lebih besar, sementara asam amino lainnya tidak terdapat perubahan yang signifikan. Daun walang yang dikeringkan dengan metode pengeringan berbeda memiliki komposisi dan konsentrasi senyawa volatil dan non-volatil yang berbeda. Metode pengeringan pada suhu lebih tinggi (FBD, SD, SDF, dan AD) menyebabkan sejumlah senyawa volatil dan non-volatil dalam sampel FD menghilang atau mengalami penurunan kandungan relatifnya. Jumlah senyawa volatil daun walang setelah proses FD, FBD, SD, SDF, dan AD masing-masing adalah 223, 182, 189, 193, dan 175. Senyawa volatil di dalam sampel diidentifikasi menggunakan GC-MS. Metode SD memiliki 5 senyawa volatil pembeda yaitu (Z) 3-dodecene, 3-hydroxylauric acid, 2-methyl-Z,Z-3,13-octadecadienol, 1-heptanol, dan decane. Metode AD memiliki 2 senyawa volatil pembeda yaitu nerolidol dan cis-11-hexadecenal. Senyawa non-volatil di dalam sampel diidentifikasi menggunakan LC MS/MS. Jumlah senyawa non-volatil daun walang setelah proses FD, FBD, SD, SDF, dan AD masing-masing adalah sebanyak 166, 97, 99, 92, dan 86. Metode FD memiliki 15 senyawa non-volatil pembeda diantaranya adalah tonapofylline, 4 {[(3S)-3-{5-[4-(dimethylamino)phenyl]-1,3,4-oxadiazol-2-yl}-1-pyrrolidinyl] methyl} benzoic acid, 4-(2-methylbutanoyl)sucrose, 4-dodecylbenzene sulfonic acid, dan neochlorogenic acid, dan senyawa lainnya yang termasuk ke dalam unknown compound. Metode FBD memiliki 11 senyawa non-volatil pembeda diantaranya adalah D-sukrosa, blepharotriol, dan senyawa lainnya yang termasuk ke dalam unknown compound. Metode SDF memiliki 7 senyawa non-volatil pembeda diantaranya adalah primisulfuron [ANSI] dan senyawa lainnya yang termasuk ke dalam unknown compound. Metode SD memiliki 11 senyawa non volatil pembeda diantaranya adalah isopropylmalic acid dan senyawa lainnya yang termasuk ke dalam unknown compound. Metode AD memiliki 11 senyawa non volatil pembeda diantaranya adalah dihidrokapsiat, a-L-rhap- (1?3)-D-ribitol, 3 (4-Hydroxy-3,5-dimethoxyphe-nyl)-1-(2,4,6-trihydroxy-3-methoxyphe nyl)-1,2 propanedione, MFCD099537-37, isolikuiritigenin, dan senyawa lainnya yang termasuk ke dalam unknown compound. Kehilangan senyawa kimia dalam daun walang yang dikeringkan dengan metode pengeringan berbeda juga teridentifikasi pada hasil uji analisis senyawa fitokimia kualitatif. Hampir semua atribut aroma yang diujikan terdeteksi pada semua sampel dengan intensitas berbeda. Daun walang yang dikeringkan dengan metode pengeringan berbeda memiliki komposisi dan konsentrasi senyawa yang berbeda, sehingga mempengaruhi atribut sensoris. Pemodelan yang valid dan reliabel ditunjukkan oleh atribut green, floral, mint, lemongrass-like, kaffir lime-like, turmeric-like, galangal-like, dan rasa sepat.
dc.description.sponsorshipLPDP
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKarakteristik Fisik, Kimia, dan Sensori Daun Walang (Etlingera cf. walang (Blume) R.M.Sm) pada Metode Pengeringan Berbedaid
dc.title.alternativePhysical, Chemical, and Sensory Characteristics of Walang Leaves (Etlingera cf. walang (Blume) R.M.Sm) Using Different Drying Methods
dc.typeDisertasi
dc.subject.keywordkomponen fenolikid
dc.subject.keywordkomponen volatilid
dc.subject.keywordpengeringanid
dc.subject.keywordwalangid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record