| dc.contributor.advisor | Hapsari, Dhika Prita | |
| dc.contributor.advisor | Purnamawati, Heni | |
| dc.contributor.author | Nasution, Muhammad Iqbal | |
| dc.date.accessioned | 2025-08-01T06:08:47Z | |
| dc.date.available | 2025-08-01T06:08:47Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/166378 | |
| dc.description.abstract | Meningkatnya laju pertumbuhan penduduk mengakibatkan berkurangnya lahan
pertanian dikarenakan alih fungsi lahan untuk kepentingan non-pertanian. Hal ini
mendorong inovasi sistem budidaya termasuk pola tanam tumpangsari. Jagung
pulut dan kacang tunggak merupakan komoditas yang cocok untuk
ditumpangsarikan. Pemupukan anorganik dan organik merupakan salah satu solusi
untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan diharapkan memenuhi
kebutuhan nutrisi tanaman secara optimal. Tujuan penelitian ini menentukan dosis
optimum pupuk organik dan NPK pada pola tanam tumpangsari jagung dan kacang
tunggak dalam meningkatkan produktivitas. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan
Oktober 2024 sampai Januari 2025 di Kebun Percobaan Leuwikopo. Kegiatan
pascapanen dilakukan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Laboratorium
Mikroteknik. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak 2
faktor yaitu pupuk NPK dan organik masing-masing dengan 3 taraf dosis dan
terdapat 3 ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan perlakuan NPK berpengaruh
nyata terhadap pertumbuhan jagung pulut serta peubah bobot polong kering dan
bobot kering biji kacang tunggak. Perlakuan organik tidak berpengaruh nyata
terhadap semua komponen hasil jagung pulut. Perhitungan NKL < 1 pada pola
tanam tumpangsari semua perlakuan. Belum diperoleh dosis optimum dan Organik
yang tepat. | |
| dc.description.abstract | The increasing population growth rate has resulted in a reduction in
agricultural land due to land conversion for non-agricultural purposes. This
encourages innovation in cultivation systems including intercropping patterns.
Glutinous corn and cowpeas are commodities that are suitable for intercropping.
Inorganic and organic fertilization is one solution to increase the organic matter
content of the soil and is expected to meet plant nutritional needs optimally. The
purpose of this study was to determine the optimum dose of Organic and NPK
fertilizers in the intercropping pattern of corn and cowpeas in increasing
productivity. This study was conducted from October 2024 to January 2025 at the
Leuwikopo Experimental Garden. Post-harvest activities were carried out at the
Plant Breeding Laboratory and the Microtechnics Laboratory. The study used a
Randomized Complete Block Design with 2 factors, namely NPK and organic
fertilizers, each with 3 dose levels and 3 replications. The results of the study
showed that NPK treatment had a significant effect on the growth of glutinous corn
as well as the variables of dry pod weight and dry weight of cowpea seeds. Organic
treatment did not have a significant effect on all components of glutinous corn yield.
NKL calculation < 1 in the intercropping pattern of all treatments. The optimum
dose and the right Organic have not been obtained | |
| dc.description.sponsorship | Dana pribadi | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN NPK PADA POLA TANAM TUMPANGSARI JAGUNG PULUT DAN KACANG TUNGGAK | id |
| dc.title.alternative | The Effect of Organic Fertilizer and NPK on Intercropping Pattern of Sweet Corn and Cowpea. | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | pemupukan | id |
| dc.subject.keyword | tumpangsari | id |
| dc.subject.keyword | dosis opt | id |
| dc.subject.keyword | nilai nkl | id |