Show simple item record

dc.contributor.advisorRayani, Tera Fit
dc.contributor.authorMARLIANA, NITA
dc.date.accessioned2025-07-10T01:57:42Z
dc.date.available2025-07-10T01:57:42Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164405
dc.description.abstractPuyuh adalah hewan yang berdarah panas tanpa kelenjar keringat sehingga puyuh rentan terhadap stres panas. Penambahan antioksidan eksogenis seperti asap cair tempurung kelapa dapat mengurangi stres panas. Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis pengaruh penggunaan asap cair tempurung kelapa grade 1 terhadap bobot dan persentase karkas serta bagian puyuh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan: perlakuan (P0) sebagai kontrol, perlakuan (P1) dengan penambahan ACTK 0,25 ml/L air minum, perlakuan (P2) dengan penambahan ACTK 0,5 ml/L air minum, perlakuan (P3) dengan penambahan ACTK 1 ml/L air minum dan terdiri dari 3 ulangan. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah puyuh betina umur 47 minggu dengan sampel yang disembelih yaitu sebanyak 6 ekor setiap perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Minitab.20 dengan ragam ANOVA. Semua perlakuan tidak menunjukan perbedaan nyata terhadap perubahan yang diamati. Hasil statistik menunjukan bahwa penambahan asap cair tempurung kelapa(ACTK) grade 1 sampai 1 ml/L air minum dapat dilakukan dalam pemeliharaan ternak puyuh, tanpa menggangu bobot dan persentase karkas serta bagian-bagain karkas.
dc.description.abstractQuail are warm-blooded animals without sweat glands, making them susceptible to heat stress. The addition of exogenous antioxidants such as coconut shell liquid smoke can reduce heat stress. This study aims to analyze the effect of using grade 1 coconut shell liquid smoke on the weight and percentage of carcasses and quail parts. The method used in this study was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments: treatment (P0) as control, treatment (P1) with the addition of ACTK 0.25 ml/L drinking water, treatment (P2) with the addition of ACTK 0.5 ml/L drinking water, treatment (P3) with the addition of ACTK 1 ml/L drinking water and consisted of 3 replicates. The object used in this study was 47 week laying quail with 6 slaughtered samples for each trearment . The data obtained were analyzed using Minitab.20 with ANOVA variation. All treatments showed no significant differences in the observed changes. Statistical results showed that the addition of liquid coconut shell smoke (ACTK) grade 1 to 1 ml/L drinking water can be done in the maintenance of quail, without disturbing the weight and percentage of carcasses and carcass parts.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePersentase Karkas dan Potongan Bagian Karkas Puyuh Betina yang diberi Asap Cair pada Air Minumnyaid
dc.title.alternative
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordQuail Parts Weightid
dc.subject.keywordCarcass Weightid
dc.subject.keywordLaying Quailid
dc.subject.keywordGrade 1 Liquid Smokeid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record