Show simple item record

dc.contributor.advisorSembada, Pria
dc.contributor.authorNURHANIFAH, BATRISYIA
dc.date.accessioned2025-07-08T01:30:00Z
dc.date.available2025-07-08T01:30:00Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164120
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jejak karbon dan menganalisis strategi mitigasi emisi gas rumah kaca (GRK) pada peternakan sapi perah di KUNAK dan KUD Giri Tani, Jawa Barat. Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan wawancara dengan peternak, serta data sekunder dari literatur terkait. Analisis emisi GRK dilakukan menggunakan ALU Tool Software dengan parameter utama meliputi emisi CH4 dari fermentasi enterik dan pengelolaan limbah, serta emisi N2O dari dekomposisi kotoran ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternakan sapi perah di KUNAK menghasilkan emisi CH4 enterik sebesar 0,042 GgCH4/tahun dan CH4 manure 0,015 GgCH4/tahun, lebih tinggi dibandingkan Giri Tani (0,0207 GgCH4/tahun dan 0,0052 GgCH4/tahun). Emisi N2O di KUNAK mencapai 454,8 kgCH4/tahun, sedangkan di Giri Tani 223,7 kgCH4/tahun. Tingginya emisi di KUNAK terutama disebabkan oleh populasi ternak yang lebih besar dan manajemen limbah yang belum optimal, termasuk pembuangan kotoran langsung ke lingkungan tanpa pengolahan.
dc.description.abstractThis research aims to identify the carbon footprint and analyze greenhouse gas (GHG) emission mitigation strategies in dairy cattle farms at KUD KUNAK and KUD Giri Tani, West Java. The research methods include primary data collection through field observations and interviews with farmers, as well as secondary data from relevant literature. GHG emission analysis was conducted using ALU Tool Software with main parameters including CH4 emissions from enteric fermentation and manure management, as well as N2O emissions from manure decomposition. The results show that dairy farms in KUNAK produce enteric CH4 emissions of 0.042 GgCH4/year and manure CH4 emissions of 0.015 GgCH4/year, higher than in Giri Tani (0.0207 GgCH4/year and 0.0052 GgCH4/year). N2O emissions in KUNAK reached 454.8 kgCH4/year, while in Giri Tani they were 223.7 kgCH4/year. The higher emissions in KUNAK are mainly caused by a larger cattle population and suboptimal waste management, including direct disposal of manure into the environment without treatment.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePeternakan Sapi Perah Berkelanjutan: Identifikasi Jejak Karbon dan Mitigasi Emisi GRKid
dc.title.alternative
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordCH4 Emissionsid
dc.subject.keywordGreenhouse Gas Emissionsid
dc.subject.keywordN2O Emissionsid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record