Show simple item record

dc.contributor.advisorSembada, Pria
dc.contributor.authorPratama, Septian Ade
dc.date.accessioned2025-07-08T01:19:31Z
dc.date.available2025-07-08T01:19:31Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164110
dc.description.abstractKeberhasilan program impor sapi perah sangat bergantung pada ketepatan proses seleksi ternak, sehingga diperlukan parameter penilaian yang mampu mengevaluasi potensi produksi susu sebelum sapi didatangkan ke Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara morfologi ambing dengan produksi susu pada sapi perah Friesian Holstein di PT Sirukam Lumbung Nagari, Sumatera Barat. Sebanyak 31 ekor sapi pada laktasi kedua digunakan sebagai sampel dengan pengambilan data dilakukan selama enam bulan. Data morfologi ambing diukur langsung di lapangan mencakup tinggi, lebar, panjang, volume, dan lingkar ambing, serta panjang dan lingkar puting. Data produksi susu diperoleh dari catatan harian perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi serta regresi linier sederhana dan berganda. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar variabel morfologi ambing memiliki korelasi yang rendah terhadap produksi susu, dengan lingkar ambing menunjukkan pengaruh paling besar dibandingkan variabel lainnya. Secara keseluruhan, morfologi ambing hanya memberikan kontribusi kecil terhadap variasi produksi susu harian. Temuan ini menyiratkan bahwa peningkatan produksi susu lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti manajemen pemeliharaan, kualitas pakan, dan kondisi lingkungan.
dc.description.abstractThe success of the dairy cattle import program heavily depends on the accuracy of the livestock selection process, making it necessary to have evaluation parameters that can assess milk production potential before the cattle are brought to Indonesia. This study aimed to determine the relationship between udder morphology and milk production in Friesian Holstein dairy cows at PT Sirukam Lumbung Nagari, West Sumatra. A total of 31 cows in their second lactation were observed over a six-month period. Udder morphology data, including height, width, length, volume, girth, and teat dimensions, were collected through direct measurement. Milk production data were obtained from the farm’s daily records. The data were analyzed using correlation tests and simple and multiple linear regressions. Results indicated that most udder morphology variables had a weak correlation with milk yield, with udder girth showing the greatest influence. Overall, udder morphology contributed minimally to daily milk production. These findings suggest that external factors such as management practices, feed quality, and environmental conditions play a more significant role in influencing milk yield.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleHubungan Penilaian Morfologi Ambing dengan Produksi Susu Sapi Perah di PT Sirukam Lumbung Nagariid
dc.title.alternativeCorrelation Between Udder Morphological Assessment and Milk Production in Dairy Cows at PT Sirukam Lumbung Nagari
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordDairy Cowsid
dc.subject.keywordMilk Productionid
dc.subject.keywordudderid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record