Show simple item record

dc.contributor.advisorNurwahyuni, Isnaini
dc.contributor.advisorMathius, Nurita Toruan
dc.contributor.authorNilawati, Tina Safaria
dc.date.accessioned2025-07-04T06:44:15Z
dc.date.available2025-07-04T06:44:15Z
dc.date.issued1996
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163899
dc.description.abstractPerbanyakan kopi Arabika secara konvensional memerlukan waktu yang cukup lama dan jumlah tanaman yang dihasilkan sedikit. Berdasarkan beberapa hasil penelitian ternyata jaringan tanaman kopi dalam kultur in vitro secara genetik mampu membentuk embrio somatik. Hal ini memberikan suatu kemungkinan untuk memperbanyak kopi Arabika melalui kultur in vitro. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan konsentrasi kinetin dan 2,4-D serta medium yang terbaik untuk menginduksi kalus maupun embrio somatik dari tanaman kopi Arabika (Coffea arabica L.). Penelitian ini terdiri atas dua perlakuan, yaitu (a) induksi pembentukan kalus dan (b) induksi pembentukan embrio somatik. Eksplan yang digunakan adalah daun muda kopi Arabika klon Kartika 1. Untuk induksi kalus digunakan medium MS penuh dengan penambahan 2 dan 4 mg/l kinetin yang masing-masing berkombinasi dengan 0.5, 1.0, dan 2.0 mg/l 2,4-D. Sedang untuk induksi pembentukan embrio somatik, medium yang digunakan adalah (1) 1/4 konsentrasi hara makro MS dan 1/2 konsentrasi hara mikro MS (2) 1/2 konsentrasi MS, dan (3) MS penuh yang masing-masing diberi penambahan 5 mg/l BAP yang secara terpisah, dan berkombinasi dengan 0, 0.1, 0.5 mg/l IBA, dan 0, 1.0, 2.0 mg/1 NAA; serta 1.0, 2.0, 4.0 mg/l kinetin yang dikombinasikan dengan 0.05 dan 0.25 mg/l 2,4-D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medium yang baik untuk menginduksi kalus adalah medium MS dengan penambahan 4 mg/l kinetin berkombinasi dengan 1 mg/1 2,4-D. Kalus yang dihasilkan remah, berwarna kuning, dan berair dengan berat basah (0.73 g), sedang untuk induksi embrio somatik medium yang terbaik adalah 1/2 MS dengan penambahan 5 mg/l BAP berkombinasi dengan 2 mg/l NAA. Sekitar 30% eksplan mampu menghasilkan embrio somatik dengan berbagai tingkat perkembangan embriogenesis yaitu fase globular, bentuk hati, torpedo, dan kotiledon. Selanjutnya embrio somatik mengalami pendewasaan dalam medium cair, dan berkembang menjadi plantlet setelah dipindahkan ke dalam medium padat tanpa penambahan zat pengatur tumbuh.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Beberapa Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Regenerasi Daun Kopi Arabika (Coffea arabica, L.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record