Show simple item record

dc.contributor.advisorSunarlim, Bunawan
dc.contributor.advisorAlamudi, Aam
dc.contributor.authorWardani, Retno Ari
dc.date.accessioned2025-07-03T07:06:23Z
dc.date.available2025-07-03T07:06:23Z
dc.date.issued1995
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163763
dc.description.abstractInformasi mengenai daerah-daerah yang memiliki kemiripan dalam menerapkan jenis-jenis intensifikasi sangat bermanfaat untuk menyusun kebijaksanaan pertanian tanaman pangan, terutama dalam mengembangkan sistem intensifikasi. Salah satu cara untuk memperoleh informasi tersebut adalah dengan menggunakan analisis gerombol. Pengelompokan sentra-sentra produksi padi sawah di Jawa yang dilakukan pada tahun 1989 dan 1993 menghasilkan kelompok sentra yang bervariasi. Pada tahun 1989, pengelompokan ditentukan terutama oleh peubah Intensifikasi Khusus Swadana, Supra Insus Swadana dan Intensifikasi Umum Swadana. dengan ciri jenis intensifikasi masing-masing kelompok didominasi Intensifikasi Khusus Swadana. Sedangkan peran pengelompokan sentra produksi padi sawah pada tahun 1993, didominasi peubah Intensifikasi Khusus Swadana dan Supra Insus Swadana, sementara jenis Intensifikasi Umum kurang berperan lagi dalam usaha meningkatkan produktifitas lahan pada 39 sentra yang terpilih. Hingga akhir tahun 1993, perkembangan penerapan teknologi Supra Insus (Swadana) terlihat sangat pesat terutama di Kebumen, Banyumas dan Klaten. Sementara Subang, Karawang dan Indramayu cukup konsisten dalam menerapkan jenis intensifikasi ini. Sedangkan Bogor, Tasikmalaya, Sukabumi dan Garut konsisten berada pada kelompok yang sama dengan dominasi Intensifikasi Khusus Swadanaid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengelompokan Sentra Produksi Padi Sawah Di Jawa Berdasarkan Kemiripan Persentase Jenis Intensifikasi Pada Periode 1989 Dan 1993id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record