Show simple item record

dc.contributor.advisorIrawadi, Tun Tedja
dc.contributor.advisorMas'ud, Zainal Alim
dc.contributor.authorJubilee, Layminto
dc.date.accessioned2025-07-03T06:15:40Z
dc.date.available2025-07-03T06:15:40Z
dc.date.issued1995
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163729
dc.description.abstractTumbuhan telah banyak digunakan sebagai bahan obat-obatan secara tradisional. Pengobatan tradisional ini dilakukan dengan memanfaatkan bagian-bagian tertentu dari suatu tumbuhan, misalnya dengan merebus akarnya, menumbuk daunnya, merebus batang atau kulit pohonnya, dan sebagainya. Pengobatan dengan cara seperti ini telah dipraktekkan sejak ribuan tahun yang lalu dan masih banyak dilakukan pada masa kini, khususnya oleh masyarakat pedesaan (Oliver, 1960; Dharma, 1985). Di Afrika timur, penduduk setempat memanfaatkan tumbuhan Albuca cooperi Bak. untuk membersihkan luka pada hewan; sedangkan tumbuhan Albuca trichophylla Bak. digunakan untuk mengobati penyakit gonorrhoea (Watt dan Breyer-Brandwijk, 1962). Di Cina, tumbuhan Portulaca oleracea dimanfaatkan untuk mengobati penyakit encok dan kanker. Selain itu, untuk mengobati penyakit encok, digunakan pula tumbuhan Calotropis gigantea.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleTelaah Awal Sifat Bioaktif Ekstrak Tumbuhan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Linn Terhadap Mortalitas Larva Udang Artemia salina Leachid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record