Show simple item record

dc.contributor.advisorAzwar, Norman R.
dc.contributor.advisorM. Iman
dc.contributor.advisorKustaman, Eman
dc.contributor.authorKusmono
dc.date.accessioned2025-07-03T04:10:45Z
dc.date.available2025-07-03T04:10:45Z
dc.date.issued1995
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163716
dc.description.abstractBahaya pestisida terhadap lingkungan semakin tampak seperti dilaporkan WHO (1991) dan Ardiwinata (1992). Bertambah waktu cenderung semakin besar bahaya yang ditimbulkan karena pemakaian yang berlebih, formulasi yang melimpah dan semakin meningkatnya kadar residu di alam. Di Indonesia penggunaan pestisida dari golongan organoklorin, organofosfat dan karbamat meningkat pesat dengan adanya program Bimas. Saat ini di Jawa Barat di-gunakan lebih dari 17 jenis formulasi pestisida, di mana lebih dari separuhnya adalah jenis pestisida yang tidak diperbolehkan (yang dilarang yang tidak dianjurkan dan ti-dak terdaftar pada Departemen Pertanian). Hasil analisis kadar residu mendapatkan 6 residu pestisida yang terdapat di da-lam tanah, air dan beras dari daerah persawahan Jawa Barat. Dari keenam residu tersebut, 4 residu telah melewati batas toleransi maksimum. Residu itu adalah BPMC, lindan, klorpirifos dan karbofuran. Kadar di atas batas toleransi berbahaya bagi ling-kungan dan akibat langsung terhadap manusia akan nyata jika kadar residu sudah me-Jampaui batas amannya/MRL (Sutrisno, 1987), yang terjadi melalui rantai makanan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKadar Residu Pestisida di dalam Tanah, Air dan Beras di Daerah Persawahan Jawa Barat: Analisis dan Bahayanyaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record