| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana keeratan hubungan antara data konsumsi gizi daerah dengan ciri antropometri mahasiswa TPB-IPB tahun 1983 dan tahun 1984 yang berasal dari daerah yang bersangkutan, dan mengelompokkan daerah-daerah berdasarkan data konsumsi gizi dan ciri antropometri mahasiswanya.
Sidik Gerombol digunakan untuk mengelompokkan daerah-daerah baik berdasarkan data konsumsi gizi maupun berdasar-kan ciri antropometri mahasiswanya. Untuk mengetahui per-bedaan ciri antropometri mahasiswa antar-jenis tempat ting-gal asalnya digunakan uji nisbah determinan Wilks, sedang-kan untuk mengetahui sejauh mana keeratan hubungan antara data konsumsi gizi daerah dengan ciri antropometri mahasis-wanya dilakukan dengan sidik kanonik.
Pengelompokkan propinsi berdasarkan ciri antropomerti mahasiswanya menghasilkan tiga kelompok. Pengelompokan daerah pedesaan dan perkotaan untuk masing-masing propinsi berdasarkan ciri antropometri mahasiswanya menghasilkan empat kelompok. Pengelompokan daerah pedesaan dan berdasarkan data konsumsi gizi daerah menghasilkan tiga kelompok, dan pengelompokan jenis tempat tinggal asal un-tuk masing-masing propinsi berdasarkan ciri antropometri mahasiswanya juga menghasilkan tiga kelompok.
IPB
Dengan statistik uji nisbah determinan Wilks diperoleh bahwa ciri antropometri mahasiswa antar-jenis tempat ting-gal asalnya berbeda nyata baik untuk laki-laki maupun pe-rempuan. Atas dasar selang kepercayaan bersama diperoleh bahwe yang berbeda nyata adalah ciri antropometri mahasiswa laki-laki yang berasal dari kotamadya dengan yang berasal dari desa dan ibukota kecamatan, sedangkan perempuan yang berbeda adalah yang berasal dari kotamadya dengan yang ber-asal dari desa dan ibukota kabupaten.
Antara data konsumsi gizi daerah dengan ciri antropo-metri mahasiswa yang berasal dari daerah yang bersangkutan tidak ditemukan hubungannya, tetapi berdasarkan kombinasi linearnya dapat dijelaskan bahwa konsumsi energi lebih ba-nyak memberikan sumbangan terhadap keragaman konsumsi gizi daripada konsumsi protein, dan bobot badan lebih banyak memberikan sumbangan terhadar bentuk tubuh mahasiswa dari-pada tinggi badan perkotaan | id |