| dc.description.abstract | Metan berperan besar terhadap pemanasan global dan menempati urutan kedua setelah CO Sebesar 43% dari emisi metan (CH4) ke atmosfer berasal dari lahan basah dan sawah. Sebagian besar emisi CH, di kawasan sawah yang tergenang diproduksi oleh bakteri metanogen dan sebanyak 80% dari CH, tersebut dioksidasi oleh bakteri metanotrof. Bakteri metanotrof memiliki enzim yang spesifik yaitu metan monooksigenase (MMO) yang mampu menambahkan satu atom oksigen kedalam molekul CH, untuk membentuk senyawa metanol. Bakteri metanotrof juga memiliki kemampuan untuk memfiksasi Nitrogen. Aplikasi bakteri metanotrof dapat mengurangi emisi metan dari lahan sawah. Isolasi bakteri metanotrof dari contoh lumpur sawah asal Subang dengan media Nitrate Mineral Salts (NMS) bebas nitrogen mengahasilkan 58 isolat. Lima puluh enam isolat diantaranya dapat mengakumulasikan amonium dalam medium pertumbuhannya. Lima isolat (SS 3, ST 18, SS 10, INP 4, SP 3AGI 9) yang tinggi kemampuan akumulasi amoniumnya diamati profil akumulasi amoniumnya selama 21 hari. Isolat INP 4 merupakan isolat yang memiliki nilai akumulasi amonium tertinggi yaitu sebesar 31.679 μΜ. | id |