Show simple item record

dc.contributor.advisorSukarno, Nampiah
dc.contributor.advisorWidyastuti, Utut
dc.contributor.authorSidik, Jaka Permana
dc.date.accessioned2025-06-30T01:51:00Z
dc.date.available2025-06-30T01:51:00Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163236
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh inokulasi Aspergillus niger dan Bradyrhizobium japonicum terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai varietas Anjasmoro di rumah kaca dan di lapang. Inokulasi A. niger dan B. japonicum dilakukan pada saat penanaman benih kedelai. Inokulum A. niger yang digunakan ialah bentuk serbuk dan tablet, sedangkan inokulum B. japonicum dalam bentuk serbuk. Perlakuan yang digunakan ialah tanpa inokulasi, inokulasi tunggal A niger atau B. japonicum, dan inokulasi ganda. Perlakuan lainnya ialah tanpa dan dengan pemupukan urea, SP36, dan KCl dengan kombinasi konsentrasi SP36. Pengamatan tanaman di rumah kaca dilakukan pada 45 hari setelah tanam (HST) dan di lapang setiap 2 minggu mulai minggu ke-2 hingga ke-12 setelah tanam. Pemanenan dilakukan setelah tanaman berumur 45 HST untuk pengamatan pertumbuhan pada percobaan rumah kaca dan 100 HST untuk pengamatan produksi pada percobaan lapang. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan mempunyai pengaruh yang berbeda-beda terhadap berbagai parameter dari setiap perlakuan. Hasil percobaan rumah kaca mempunyai pola yang sama dengan hasil percobaan lapang. Pertumbuhan tanaman kedelai hasil dari kedua percobaan menunjukkan bahwa pada minggu ke-2 perlakuan AnSr NPK0% (3), AnTb NPK0% (4), AnTb P50% (6), AnSr+Bj 11(wt) P50% (9), dan AnTb+Bj 11(wt) P50% (10) memiliki nilai rata-rata tinggi tanaman yang lebih baik dari perlakuan kontrol negatif dan menyamai perlakuan kontrol positif. Sedangkan perlakuan 8 dan 10 menghasilkan jumlah polong isi lebih baik dari perlakuan lainnya termasuk perlakuan kontrol positif. Tanaman yang mendapat perlakuan 10 memiliki jumlah biji dan berat biji per tanaman paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain. Persen kolonisasi akar tertinggi pada percobaan rumah kaca diperoleh pada perlakuan 7 yaitu sebesar 66,1% sedangkan yang terendah pada perlakuan 9 yaitu 37,2%. Sedangkan pada percobaan lapang persen kolonisasi akar tertinggi adalah pada perlakuan 9 yaitu sebesar 89,13% dan terendah pada perlakuan 3 yaitu sebesar 70,50%. Semua perlakuan percobaan di rumah kaca menunjukkan adanya pembentukan bintil akar baik yang diinokulasi B. japonicum atau tidak.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Kedelai Varietas Anjasmoro di Rumah Kaca dan di Lapang yang Diinokulasi dengan Aspergillus niger dan Bradyrhizobium japonicumid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record