Show simple item record

dc.contributor.advisorSulvianti, Itasia Dina
dc.contributor.advisorAngraini, Yenni
dc.contributor.authorFarida, Ida
dc.date.accessioned2025-06-26T01:35:38Z
dc.date.available2025-06-26T01:35:38Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163069
dc.description.abstractBeberapa prosedur sebagai metode uji lanjut dapat digunakan untuk menguji nilai tengah perlakuan diantaranya Beda Nyata Terkecil (BNT), Metode Tukey, metode perbandingan berganda Duncan, dan uji Student Newman Keuls. Metode Tukey dan Duncan merupakan metode untuk pembandingan tak terencana yang cepat, mudah dan paling sering banyak digunakan. Metode tersebut memiliki kelemahan yaitu hasil overlap yang didapatkan dari sekumpulan nilai tengah perlakuan yang homogen (Caliński & Corsten 1985). Metode Scott-Knott diajukan untuk menghasilkan suatu partisi dari sekumpulan nilai tengah perlakuan ke dalam subset yang tidak overlap. Prosedur Scott-Knott mengadopsi metode pemisahan hirarki pada analisis gerombol untuk memisahkan nilai tengah perlakuan, dimana jumlah kuadrat antar kelompok sebagai ukuran jarak. Lebih lanjut masalah muncul mengenai kelebihan dan kelemahan ketiga metode tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu menerapkan prosedur Tukey, Duncan, dan Scott-Knott untuk pengujian beda nilai tengah untuk ketiga jenis data dengan banyaknya perlakuan berbeda, juga membandingkan ketiga metode pengujian tersebut. Metode Tukey dinilai konservatif karena cenderung menyatakan tidak ada perbedaan padahal sebenarnya ada. Metode Tukey dan Duncan mempunyai kelebihan yaitu convenience, artinya metodenya mudah digunakan dan penggunaan tabelnya mudah dibaca. Semakin banyaknya pembandingan perlakuan yang dilakukan, uji Tukey adalah uji paling kuasa dibandingkan uji Duncan dan Scott-Knott. Hal ini disebabkan taraf nyata yang ditentukan pada metode Tukey semakin besar sehingga resiko B akan mengecil sebaliknya kuasa pengujiannya akan semakin besar. Kondisi optimal penggunaan metode Tukey yaitu pembandingan nilai tengah perlakuan sampai 6 perlakuan, sedangkan metode Duncan optimal untuk pembandingan sampai 4 perlakuan dengan resiko kesalahan pasangan perlakuan 0,05 dan resiko total pengujian yang ditentukan sebesar 10%-15%. Prosedur Scott-Knott dapat digunakan untuk banyaknya perlakuan sedikit maupun banyak dengan memperhatikan penentuan taraf nyata yang akan digunakan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePERBANDINGAN METODE TUKEY, DUNCAN, DAN SCOTT-KNOTT UNTUK PENGUJIAN BEDA NILAI TENGAHid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record