| dc.description.abstract | Pembangunan yang tidak merata akan menyebabkan perkembangan yang tidak seimbang serta kesenjangan dalam perekonomian akibatnya muncul daerah-daerah miskin dan tertinggal. Oleh sebab itu diperlukan penelitian mengenai upaya mengurangi daerah-daerah yang miskin dan tertinggal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi umum desa di kabupaten Bogor, menelusuri peubah yang signifikan dan menggambarkan karakteristik tingkat kemajuan desa di kabupaten Bogor berdasarkan kelompok peubah-peubah yang signifikan tersebut, dan melihat kecenderungan desa tertentu masuk ke dalam tingkatan desa maju, sedang dan tertinggal berdasarkan karakteristik tertentu.
Berdasarkan peubah-peubah dan kriteria tingkat kemajuan desa yang disusun oleh BAPEDA Jawa Barat, kabupaten Bogor terdiri atas 40 desa tertinggal (9.4%), 282 desa sedang (66.2%) dan 104 desa maju (24.4%). Dari analisis CHAID didapatkan 4 peubah yang signifikan terhadap tingkat kemajuan desa di kabupaten Bogor. Peubah-peubah tersebut adalah sumber penghasilan utama sebagian besar penduduk, sarana komunikasi, jenis pasar dan fasilitas kesehatan.
Terdapat lima kelompok karakteristik tingkat kemajuan desa. Kelompok pertama merupakan desa pertanian dan tidak memiliki sarana komunikasi dimana persentase desa maju 0%, desa sedang 42.37%, dan desa tertinggal 57.63%. Kelompok dua merupakan desa pertanian, memiliki sarana komunikasi tetapi tidak memiliki fasilitas kesehatan poliklinik dengan persentase desa maju, sedang dan tertinggal berturut-turut 0%, 94.64%, dan 5.36%. Kelompok tiga mirip dengan kelompok dua hanya pada kelompok tiga fasilitas kesehatannya poliklinik dengan persentase desa maju 11.54%, sedang 88.46% dan tertinggal 0%. Kelompok empat merupakan desa non pertanian dan tidak memiliki pasar dimana persentase desa maju, sedang, dan maju berturut-turut adalah 17.07%, 82.93%, 0% dan yang terakhir kelompok lina merupakan desa non pertanian dan terdapat pasar dengan persentase desa maju 85.26%, desa sedang 14.74% dan desa tertinggal 0%.
Dari analisis regresi logistik didapatkan 14 karakteristik desa dimana desa yang tidak memiliki fasilitas kesehatan poliklinik, tidak terdapat sarana komunikasi, tidak terdapat pasar, dan sumber penghasilan utama sebagian besar penduduk dari pertanian mempunyai peluang terbesar masuk ke dalam status desa tertinggal dan peluang terkecil masuk ke dalam status desa maju. | id |