| dc.description.abstract | Azospirillum sp. merupakan bakteri yang berpotensi di bidang agronomi karena bakteri ini berasosiasi dengan tanaman pertanian penting seperti padi, jagung, gandum, sorghum, dan tebu. Azospirillum sp. mampu memproduksi hormon pemacu pertumbuhan tanaman, memfiksasi nitrogen, melarutkan fosfat, dan mensintesis siderofor, sehingga dapat meningkatkan perolehan nutrisi oleh akar. Dalam penelitian ini dilakukan isolasi, karakterisasi, pergukuran produksi asam indol asetat (AIA), pengujian pelarutan fosfat, pembuatan kurva pertumbuhan Azospirillum sp.. dan uji pemacuan pertumbuhan melalui perkecambahan biji.
Isolasi Azospirillum sp. dilakukan dengan metode Gamo & Ahn yang dimodifikasi. Karakterisasi terbatas dilakukan dengan menumbuhkan Azospirillum sp. pada medium agar kentang, pewarnaan Gram, dan uji oksidase. Pengukuran produksi asam indol asetat (AIA) dilakukan dengan metode spektrofotometri menggunakan reagen Saikowski dan pengujian pelarutan fosfat dilakukan dengan menumbuhkan Azospirillum sp. pada medium Pikovskaya.
isolat Azospirillum sp. yang berhasil diisolasi sebanyak 17 isolat dan seluruhnya dapat menghasilkan AIA. Konsentrasi AIA yang dihasilkan pada medium NFb yang ditambahkan triptofan berkisar antara 6.7-53.2 ppm. Sedangkan pada medium NFb tarpa triptofan, hanya isolat KRWI, BGR11, dan BGR12 yang dapat menghasilkan AIA. Konsentrasi AIA yang dihasilkan oleh isolat-isolat tersebut berkisar antara 0.4-1.8 ppm. Konsentrasi AIA yang dihasilkan oleh Azospirillum sp. pada medium dengan triptofan lebih tinggi daripada medium tanpa triptofan. Produksi AIA pada isolat BGR22 mulai terdeteksi pada jam ke-6 dengan konsentrasi 0.2 ppm. Perkecambahan biji kedelai Tanggamus yang diinokulasi dengan isolat RMG11 menghasilkan peningkatan panjang batang, sedangkan inokulasi dengan isolat BGR22 dan RMG11 menghasilkan peningkatan jumlah akar lateral pada kecambah kedelai. Hal ini menunjukkan bahwa isolat-isolat tersebut mampu memacu pertumbuhan kedelai. Dari 17 isolat tersebut, isolat yang mampu melarutkan fosfat berjumlah 9 isolat. Isolat IDM3 memiliki indeks pelarutan fosfat tertinggi yaitu 0.83. | id |