| dc.description.abstract | Bakteriosin yang diproduksi oleh bakteri asam laktat (BAL) merupakan senyawa anti mikroba
yang aman dikonsumsi manusia dan berpotensi sebagai agen biopreservasi yang mampu mengontrol penyakit infeksi yang ditularkan melalui makanan. Sebanyak 40 isolat BAL telah dipelajari untuk menapis metabolit anti bakteri dan untuk mencari isolat yang memperlihatkan aktifitas anti bakteri yang paling efektif melawan beberapa bakteri patogen. Uji antagonis menggunakan metode agar dua lapis mendapatkan semua isolat BAL mampu menghambat pertumbuhan Listeria monocytogenes BCC 29. Pada penapisan selanjutnya, semua isolat diuji menggunakan metode agar sumur. Uji aktifitas menggunakan supernatan kultur mendapatkan semua isolat mampu menghambat semua bakteri indikator gram-positif Listeria monocytogenes BCC 29 dan Satphylococcus aureus ATCC 25923 serta bakteri indikator gram-negatif Salmonella thyphimurium BCC 2284 dan Escherichia coli XLI. Uji aktifitas menggunakan supernatan kultur yang telah dinetralkan mendapatkan 16 isolat yang mempunyai aktifitas hambatan terhadap L monocytogenes BCC 29. Isolat M5-16 yang diisolasi dari cuka pempek, 'suatu makanan tradisional', menghasilkan bakteriosin yang mampu menghambat semua bakteri indikator. Uji aktifitas menggunakan hasil presipitasi amonium sulfat mendapatkan bakteriosin isolat M5-16 mempunyai aktifitas hambatan terbesar terhadap semua bakteri indikator, stabil terhadap perlakuan panas sampai suhu 121 °C selama 15 menit, stabil terhadap perlakuan pH dengan rentang pH 3-9, stabil terhadap penyimpanan dalam pendingin -20 °C selama lima bulan dan mempunyai spektrum aktifitas yang luas karena mampu menghambat pertumbuhan bakteri gram-positif dan gram-negatif | id |