Show simple item record

dc.contributor.advisorIswantini, Dyah
dc.contributor.advisorSaprudin, Deden
dc.contributor.authorRudita, R. Aghyar
dc.date.accessioned2025-06-25T03:56:52Z
dc.date.available2025-06-25T03:56:52Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162962
dc.description.abstractRimpang bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) biasa digunakan sebagai campuran ramuan (jamu) untuk obat penurun kolesterol. Penelitian tentang bangle telah banyak dilakukan, tetapi penelitian untuk menemukan senyawa bioaktif bangle sebagai penurun kolesterol belum pernah dilakukan Oleh sebab itu penelitian pengaruh bangle sebagai hipokolesterolemik dapat memberikan informasi terhadap penggunaannya sebagai fitofarmaka. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh beberapa ekstrak bangle yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol berdasarkan pengamatan pengaruhnya terhadap aktivitas enzim kolesterol oksidase secara in vitro. Uji aktivitas enzim dilakukan dengan metode spektrofotometri menggunakan kit kolesterol Randox. Ekstrak bangle yang diujikan adalah ekstrak air seduhan, etanol, air, metanol, flavonoid, tanin, dan steroid. Variasi konsentrasi masing-masing ekstrak bangle adalah 100, 200, dan 300 ppm. Ekstrak-ekstrak tersebut dibandingkan dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Kontrol negatif adalah contoh tanpa ekstrak. Kontrol positif adalah tiga obat komersial dengan masing-masing konsentrasi 200 ppm. Hasil uji menunjukkan bahwa aktivitas enzim kolesterol oksidase dapat ditingkatkan oleh ekstrak air 300 ppm, metanol 100 ppm, tanin 300 ppm, dan steroid 100 ppm. Aktivitas enzim kolesterol oksidase dapat dihambat oleh ekstrak air (100 dan 200 ppm), air seduhan (100, 200, dan 300 ppm), metanol (200 dan 300 ppm), etanol (100, 200, dan 300 ppm), flavonoid (100, 200, dan 300 ppm), tanin (100 dan 200 ppm), dan steroid (200, dan 300 ppm). Ekstrak yang mempunyai nilai persentase perubahan aktivitas terbesar adalah ekstrak air pada konsentrasi 300 ppm (30,23%). Ekstrak yang mempunyai nilai persentase perubahan aktivitas terkecil ialah ekstrak etanol 300 ppm, yaitu sebesar -83,72%. Ekstrak yang dapat berperan sebagai katalisator dan sebagai inhibitor adalah ekstrak air, metanol, flavonoid, tanin, dan steroid. Ekstrak yang hanya berpotensi sebagai inhibitor adalah ekstrak etanol.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Beberapa Ekstrak Rimpang Bangle Terhadap Aktivitas Enzim Kolesterol Oksidase Secara In Vitro.id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record