| dc.description.abstract | Produksi embrio secara in vitro memiliki fungsi penting dalam perkembangan bioteknologi reproduksi. Penelitian ini bertujuan membandingkan perkembangan embrio tahap pre implantasi pada kultur in vitro dalam inkubasi CO, 5% dan inkubator portabel dengan butiran efervesen serta mengamati perkembangan anakan mencit mulai dari fetus hingga dewasa kelamin. Hasil dari pemeliharaan mencit digunakan sebagai bahan penelitian ini. Mencit dewasa kelamin dikawinkan secara in vivo setelah disuperovulasi. Koleksi embrio dilakukan pada hari pertama, ke-2, 3, dan 4 setelah kopulasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kultur in vitro embrio mencit dapat mencapai tahap blastosis pada hari ke-5 setelah kopulasi pada KSOM (modified simplex optimized medium) yang diinkubasi dalam inkubator dengan CO₂ 5% pada suhu 37 °C. Hasil optimal kultur in vitro terjadi pada kultur embrio yang dikoleksi pada nari ke-4 setelah kopulasi. Perbandingan penggunaan metode kultur dengan inkubator CO₂ 5% dan butiran efervesen (BE) tidak berbeda nyata (P>0.05) pada keseluruhan tahap perkembangan blastosis, yaitu ekspan (58.08% dan 100%), hatching (89.42% dan 94.17%), serta hatched (71.15% dan 71.14%). | id |