| dc.description.abstract | Anting-anting telan iama dikenal sebagai tanaman obat tradisional yang berkhasiat menyembuhkan diabetes melitus. Triterpenoid diekstrak dari daun anting-anting dengan maserasi menggunakan metanol:air (4:1). Filtrat diekstrak menggunakan kloroform. Ekstrak kloroform difraksinasi menggunakan kromatografi kolom. Diabetes melitus diinduksi menggunakan aloksan dosis 180 mg/kg BB melalui suntikan intraperitonial terhadap 12 tikus Spraque dawley. Tikus yang menderita diabetes dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama mendapat daonil setiap hari (kelompok kontrol positif). Kelompok kedua diberi larutan NaCl fisiologis (kelompok kontrol negatif). Kelompok ketiga diberi fraksi triterpenoid (kelompok perlakuan). Kelompok normal tidak diberi aloksan maupun ekstrak triterpenoid. Kadar glukosa darah diukur pada hari ke-0, ke-6 dan ke-10. Pada hari kesepuluh pankreas tikus diambil dan jaringan pankreas diberi warna dengan krom hematoksilin. Kromatografi kolom menghasilkan 9 fraksi, rendemen terbesar diuji secara in vivo. Hasil pengukuran kadar glukosa darah pada hari terakhir menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah pada kelompok perlakuan sebesar 7.46%, tetapi tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0.05) dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (10.04%). Hasil histopatologi memperlihatkan bahwa fraksi triterpenoid bekerja dengan cara meregenerasi sel ẞ yang rusak karena efek induksi aloksan. | |