| dc.description.abstract | Ketersediaan air tanah dipengaruhi oleh faktor vegetasi. Dalam penelitian ini dipelajari pengaruh struktur dan komposisi vegetasi terhadap neraca air di sumber mata air Tangkil dan Bantarkambing PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Faktor vegetasi yang diamati adalah jenis, transpirasi jenis dan profil arsitektur vegetasi. Profil arsitektur menggambarkan pola pertumbuhan batang, cabang dan tata letak daun suatu tumbuhan selama masa pertumbuhannya. Sedangkan analisis regresi dan korelasi dilakukan terhadap komponen penyusun neraca air.
Sumber mata air Tangkil maupun Bantarkambing secara umum didominasi oleh mahoni (Swietenia mahagoni) pada fase pohon. Alternanthera sessilis mendominasi tumbuhan penutup tanah di areal Tangkil sementara Ruella napifera mendominasi tumbuhan penutup tanah di areal Bantarkambing. Model profil arsitektur vegetasi yang dominan di mata air Tangkil yaitu Rauh, Massart dan Roux sedangkan model profil yang dominan di mata air Bantarkambing yaitu Rauh, Attims dan Roux.
Peranan vegetasi dalam meningkatkan laju infiltrasi terutama dipengaruhi oleh profil arsitektur vegetasi itu sendiri. Vegetasi di areal Bantarkambing lebih efektif peranannya dalam menghasilkan infiltrasi. Hal ini disebabkan karena secara umum vegetasi di areal Bantarkambing memiliki transpirasi jenis yang relatif lebih kecil dan memiliki kerapatan vegetasi dan profil arsitektur yang lebih optimal menghambat laju turunnya tetesan air hujan sampai ke permukaan tanah selain karena kemiringan lereng di areal Bantarkambing lebih landai dari areal Tangkil. | |