Show simple item record

dc.contributor.advisorKemala, Tetty
dc.contributor.advisorNurhidayat, Novik
dc.contributor.authorPerdiman, Nani Fibriani
dc.date.accessioned2025-06-24T02:59:26Z
dc.date.available2025-06-24T02:59:26Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162805
dc.description.abstractPlastik banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari, karena bersifat kuat, ringan, dan stabil, namun sulit terdegradasi oleh mikroorganisme sehingga menyebabkan masalah lingkungan yang serius. Pengembangan bahan plastik biodegradabel merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan masalah ini, dilakukan dengan cara mencampurkan polipropilena dengan polikaprolakton (PCL) dan aditif ECM (elevate culfree microorganism) yang bersifat degradabel sehingga menghasilkan plastik yang mudah dibiodegradasi. Pengujian biodegradasi dilakukan dengan metode penguburan tanah dan degradasi mikrobial dengan Aspergillus niger dan Pseudomonas aeruginosa. Karakterisasi meliputi pengujian kristalinitas dengan XRD (X-ray diffraction) dan scanning electron microscope (SEM). Hasil pengujian kristalinitas dengan XRD menunjukkan bahwa penambahan polikaprolakton yang semakin besar akan menurunkan derajat kristalinitasnya sehingga campuran polimer lebih bersifat amorf dan mudah dibiodegradasi. Analisis SEM secara kualitatif menunjukkan terdapat perbedaan penampakan topografi film tipis sebelum dan sesudah biodegradasi. Film tipis polyblend dapat dibiodegradasi baik oleh A. niger, P. aeruginosa, dan dikubur langsung dalam tanah. Hal ini dibuktikan dengan terbentuknya lubang sebagai efek biodegradasi oleh mikroorganisme.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleBiodegradasi Polyblend (Polipropilena, Polikaprolakton dan Aditif Elevate Culfree Microorganism)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record