Pengaruh Penambahan Antioksidan terhadap Karakteristik Plastik Polivinil Klorida
View/ Open
Date
2004Author
Darliyanti, Ipo
Kemala, Tetty
Karo, Aloma Karo
Metadata
Show full item recordAbstract
Pemakaian rumah plastik sebagai pengganti rumah kaca dinilai lebih menguntungkan karena selain lebili ekonomis, plastik lebih praktis digunakan. Karena alasan tersebut, mulai dikembangkan pemakaian plastik polietilena, diikuti dengan pemakaian polivinil klorida (PVC) sebagai pengganti kaca. Plastik PVC mampu mempertahankan panas lebih baik dibandingkan dengan polietilena. Plastik PVC memiliki Ateratisan, yaitu dapat terfotodegradasi karena radiasi sinar ultraviolet secara terus-menerus. Pemudaran warna, pengapuran, dan hilangnya sifat fisik dan mekanik merupakan ciri PVC yang telah terdegradasi. Untuk mengatasi hal tersebut, dalam pembuatannya ditambahkan zat aditif antioksidan selain penstabil, intpuci modifier, dan lubrikan.
Resin PVC dan aditif dicampur pada suhu 40-120°C dengan konsentrasi antioksidan 0, 0,1, 0,3, 0,5, 0.7.1 phr, kemudian dijadikan lembaran plastik. Sebagian dari lembaran tersebut kemudian dibentuk menjadi dumbell untuk uji tarik. Sebagian lembaran tidak dijemur, dan sisanya diberi perlakuan cuaca berupa penjemuran selama delapan minggu, lalu karakterisasi meliputi uji mekanik, pola difraksi, sifat temu dan analisis gugus fungsi.
Hasil pengamatan secara visual memperlihatkan setelah penjemuran, sampel dengan penambahan antioksidan dapat mempertahankan warna dan sifat transparan lebih baik dibandingkan sampel tanpa penambahan antioksidan. Sampel dengan penambahan antioksidan 0,3 phr dan 1 phr terlihat lebih terang dibandingkan sampel tanpa penambahan antioksidan. Hasil uji tarik menunjukkan sampel belum mengalami perubahan kekuatan tarik yang nyata. Karakterisasi lebih lanjut menunjukkan bahwa sampel yang ditambahkan antioksidan sebelum dan setelah penjemuran, sifat termalnya tidak jauh berbeda, begitu pula dengan pola difraksi sinar-X, menunjukkan bahwa sampel cenderung amorf. Analisis spektrum inframerah transformasi Fourier sampel setelah penjemuran juga tidak menunjukkan adanya penambahan gugus fungsi baru yang menunjukkan degradasi sampel.
Collections
- UT - Chemistry [2295]
