Show simple item record

dc.contributor.advisorSuryobroto, Bambang
dc.contributor.advisorMikami, Akichika
dc.contributor.authorWidayati, Kanthi Arum
dc.date.accessioned2025-06-23T07:01:20Z
dc.date.available2025-06-23T07:01:20Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162729
dc.description.abstractPenglihatan trikromatik memberi keuntungan selektif bagi primata dalam mengenali makanan dan predator di depan latar belakang dedaunan. Frekuensi penglihatan dikromatik di manusia relatif tinggi dibandingkan dengan frekuensi penglihatan dikromatik di monyet dunia lama. Manusia dikromat memiliki kelebihan dalam memecahkan kamuflase yang disebabkan oleh mosaik warna merah-hijau dan dapat melihat lebih baik di dalam cahaya redup dibandingkan dengan manusia trikromatik. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan monyet dikromatik dalam memecahkan kamuflase yang disebabkan oleh mosaik warna merah-hijau. Dengan menggunakan tehnik operant conditioning, dua ekor monyet trikromatik dan dua ekor monyet dikromatik dilatih untuk mengenali pola lingkaran (stimulus plus) dari pola lainnya (stimulus minus). Pola-polla ini memiliki perbedaan ketebalan dari latar belakang. Pada tahap test, pola-pola ini ditutup oleh mosaik warna merah-hijau. Hasil menunjukkan bahwa monyet trikromatik terpengaruh oleh mosaik warna sedangkan monyet dikromatik tidak. Dapat diambil kesimpulan bahwa monyet dikromatik mampu memecahkan kamuflase yang disebabkan oleh mosaik warna merah-hijau.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleThe Advantage of Colorblindness in Macaca fascicularisid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record